Warga Minta Bangkai Kapal Viking Lagos di Pangandaran Disingkirkan

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 15:41 WIB
Bangkai kapal Viking Lagos di pantai pasir putih Pangandaran
Foto: Faizal Amiruddin
Pangandaran -

Sejumlah kalangan masyarakat di Kabupaten Pangandaran berharap keberadaan bangkai kapal Viking Lagos di pasir putih Pangandaran disingkirkan. Walau pun selama ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, namun kapal yang ditenggelamkan akibat mencuri ikan saat Susi Pujiastuti menjabat Menteri KKP itu dianggap memiliki banyak dampak buruk bagi lingkungan.

"Itu bukan ditenggelamkan, tapi didamparkan di atas karang. Padahal karang itu adalah ekosistem laut yang sangat penting. Selain itu juga mengganggu aktivitas lain di kawasan tersebut," kata Yogi Irlando pegiat olahraga surfing di Pangandaran, Selasa (23/11/2021).

Bagi kalangan peselancar pantai pasir putih Pangandaran itu awalnya merupakan spot surfing yang bagus. Yogi menjelaskan dalam dunia selancar ada istilah reef break atau ombak yang memecah terumbu karang atau lempengan batu. Kualitasnya lebih bagus, umumnya memuncak dan pecah di lokasi yang sama tergantung pada setiap arah gelombang. Walau pun menyimpan risiko kecelakaan yang tinggi namun reef break sangat digemari oleh peselancar.

"Nah keunggulan reef break itu arusnya selalu ada. Ketika laut pasang atau surut dan di musim apa pun gelombangnya sangat mendukung untuk surfing. Jadi sepanjang tahun kita memiliki spot surfing yang bisa dibilang permanen," kata Yogi.

Dengan adanya bangkai kapal Viking tersebut, Yogi mengatakan aktivitas surfing di pantai pasir putih Pangandaran jadi terganggu. "Kalau dibilang mengganggu, ya mengganggu. Kita jadi tak bisa lagi surfing di sana, karena ombaknya terpotong oleh bangkai kapal. Itu sangat disayangkan, karena spot itu memiliki daya tarik. Ombaknya bagus, lokasinya indah dan mudah dijangkau," kata Yogi seraya menyarankan bangkai kapal itu disingkirkan dengan cara dipreteli.

Selain dari kalangan peselancar, keluhan serupa juga diutarakan oleh penyedia jasa snorkling dan pegiat lingkungan. "Ya untuk kegiatan snorkling juga menganggu, terumbu karang jadi tertimpa bangkai kapal itu. Tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur," kata salah seorang penyedia jasa snorkling di pantai barat.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengatakan butuh anggaran yang tak sedikit untuk mengevakuasi kapal yang rebah di pinggir pantai tersebut. Bahkan jika dipindahkan pun, selain membutuhkan biaya besar juga bisa semakin merusak karang.

"Sebenarnya itu di luar kewenangan kami. Dipindahkan pun butuh biaya besar, kalau dipindahkan atau diseret kan malah semakin merusak," kata Tonton.

Opsi lain yang bisa dilakukan adalah menghancurkan kapal dengan cara "dimutilasi". Namun itu pun harus melalui proses aturan yang panjang karena merupakan aset sitaan.

"Tapi walau pun ada beberapa kalangan yang menyesalkan, tak dapat dipungkiri jika keberadaan kapal itu menjadi daya tarik wisata. Minimal untuk spot swafoto wisatawan yang ke pasir putih," kata Tonton.

(mso/mso)