UMP Banten Naik Rp 40 Ribu Jadi Pertimbangan Upah di Kabupaten-Kota

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 19:53 WIB
Uang Rupiah Baru
Ilustrasi uang (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)
Serang -

Kenaikan UMP Banten 1,63 persen atau dibulatkan Rp 40 ribu jadi pertimbangan untuk kenaikan upah minimum di kabupaten kota atau UMK. Dibandingkan daerah lain, kenaikan UMP Rp 40 ribu oleh Gubernur Banten Wahidin Halim jadi yang paling tinggi dibandingkan provinsi lain.

"Kita kenaikan Rp 40 ribu ya, paling tinggi berarti dari persentase. Jadi acuannya di situ, dari situ baru nanti ke UMK. Kita provinsi dari menteri, dari kita nanti jadi acuan kabupaten kota" ujar Wahidin kepada wartawan di Gedung DPRD Banten, Selasa (23/11/2021).

Atau paling tidak, kata Wahidin, pihak Pemkab atau Pemkot tidak kurang dari acuan kenaikan UMP. Pemprov, menurut dia, lebih besar dari ketentuan kementerian 1,09 persen.

"Minimal nggak boleh kurang dari acuan kita, dari pusat kan kita nggak kurang," ujar Wahidin.

Dia menjelaskan ada pertimbangan-pertimbangan faktor pertumbuhan ekonomi dan sebagainya kenapa UMP naik Rp 40 ribu. Bahkan saat perhitungan dilakukan persentasenya dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Saya berangkat dari ketentuan, karena saya hanya mengikuti perintah dan kewajiban, kan ada edarannya," ucapnya.

Tapi, pihaknya tidak melarang para buruh untuk melakukan demonstrasi jika ada penolakan terhadap kenaikan UMP. "Nggak apa-apa," kata Wahidin.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 561/Kep.280-Huk/2021 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Banten Tahun 2022, UMP Banten pada 2022 naik Rp 40 ribu atau menjadi Rp 2.501.203,11. Keputusan ini berlaku pada 1 Januari 2022 dan dibuat dengan mempertimbangkan faktor pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Corona.

(bri/bbn)