4 Wilayah di Jabar Rawan Bencana, Ridwan Kamil Siagakan Pasukan

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 10:47 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung - Empat wilayah di Jawa Barat menjadi titik rawan bencana hidrometeorologis di penghujung tahun ini. Empat wilayah itu yakni Garut Selatan, Cianjur Selatan, Sukabumi Selatan dan Kabupaten Bogor yang memiliki curah hujan yang tinggi di Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian khusus terhadap empat wilayah tersebut. Hal itu dikatakan Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- usai memimpin apel kesiapsiagaan bencana di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021).

Kang Emil mengatakan mayoritas bencana banjir muncul dari Jabar bagian tengah dan utara. Sedangkan untuk Jabar bagian tengah dan selatan lebih banyak terjadi kasus longsor atau pergeseran tanah.

"Dan karena BMKG sudah memberikan warning berupa prediksi cuaca musim hujan yang sesekali curahnya sangat ekstrem, akan terjadi sampai Desember dan Januari maksimal," ucap Kang Emil. Ia pun menyebut bahwa Jabar telah siaga satu bencana sejak dari Oktober 2021.

"Tadi sudah dilihat bahwa Jabar pasukan kebencanaannya sangat siap. Ada peralatan baru, dapur umum yang canggih dari Kodam melengkapi dapur umum yang ada dari berbagai institusi termasuk kepolisian, Basarnas, Dinsos dan lainnya. Kemudian kita ada peralatan mengubah air sungai laik minum jika di titik kebencanaan butuh air bersih yang memadai, kita ada filter air," ujarnya.

Sejak Oktober 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatat ada 500-an laporan kebencanaan hingga hari ini (23/11). Ia berharap tahun depan jumlah bencana yang terjadi bisa semakin sedikit.

"Kemarin saya ke Citarum ada progres dan rasa optimis dari warga. Bahwa sebelum pekerjaan di Citarum Dayeuhkolot itu luas banjirnya 370 hektar genangan air berhari-hari," ucap Kang Emil.

"Sekarang kalaupun ada berita banjir itu tinggal 25 persennya. 75 persennya sudah tidak terjadi banjir lagi. Saya wawancara minta testimoni warga juga menyatakan demikian. Inilah upaya pemerintah dalam menanggulangi bencana," katanya.

Pada 30 November nanti, Kang Emil akan mengumpulkan seluruh Bupati dan Wali Kota di Bogor dan Depok. Salah satu poinnya mengevaluasi respons terhadap potensi kebencanaan.

"Intinya kami sangat siap menolong warga terkena bencana, peralatan sudah lengkap. Tapi yang terpenting adalah preventif atau mitigasi bukan aksinya terutama longsor yang potensi korban jiwanya jauh lebih besar dibandingkan banjir. Longsor suka menyergap di malam hari di lahan miring, itu yang saya ingatkan ke Babinsa Bhabinkamtibmas untuk mengingatkan warga di daerah curam dan pinggir sungai," pungkasnya. (yum/mso)