Pemkot Bandung Sesalkan Masih Ada Warga Merokok di Bawah Plang KTR

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 15:09 WIB
Keberadaan plang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jalan Braga, Kota Bandung nampaknya hanya menjadi hiasan saja. Sebab, warga masih merokok di kawasan tersebut.
Warga merokok di bawah plang KTR (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menyayangkan aksi warga yang merokok di bawah plang dilarang merokok yang berada di Jalan Braga, Kota Bandung.

Kejadian tersebut sama seperti, mural yang dibuat Pemkot Bandung tapi dicoret-coret lagi oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Ema menilai, kesadaran masyarakat masih kurang. Ema juga mengakui, pengawasan juga harus dilakukan.

"Kemudian titik pengawasan di sejumlah KTR itu kan harus dilakukan juga, kasusnya sama sekarang seperti vandalisme, kita sudah mural sebaik mungkin ternyata kesadaran masyarakat 'sense belonging' tidak ada, ini tuh maunya apa," kata Ema di Balai Kota Bandung, Rabu (17/11/2021).

"Informasi awal sebuah keniscayaan (kalau masih ada yang melanggar), ini Perda nya kan sudah hadir No 4. Perda bukan untuk hiasan lemari, tapi artinya untuk dilaksanakan," tambahnya.

Ema menyebut, kegiatan launching empat titik KTR yang dilakukan belum lama ini, merupakan salah satu implementasi Perda.

"Pimpinan kami Pak Wali Kota sudah melaksanakan itu dan itu adalah poin awal bagaimana implementasi bahwa Perda itu harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin," ujarnya.

Ema menyebut, Perda KTR masih dalam tahap sosialisasi. Tak hanya oleh Pemkot Bandung, sosialisasi juga melibatkan kewilayahan.

"Ini kan pasti berperoses, fungsi sosialisasi harus lebih maksimal, leading sektor harus bergerak termasuk ke kewilayahan, kan camat juga punya mitra, seperti kepala puskesmas dan sebagainya," ungkapnya.

Ema menjelaskan, prinsipnya Perda KTR bukan melarang orang merokok, tapi melakukan pengaturan ada daerah-daerah yang tidak semua orang bisa merokok, pada akhirnya masyarakat berhenti merokok.

"Perda KTR ini bukan melarang merokok, tepi pengaturan orang merokok, diatur, fasilitas harus disiapkan. Yang bisa itu melarang orang di tempat bukan semestinya," tuturnya.

Ema juga menambahkan, nanti juga bakal disediakan tempat khusus merokok.

"Emang ada, nanti dibangunin, nanti bertahap seperti itu, saya komparasikan seperti di luar ada orang berdiri sambil merokok, ada tempat yang sudah disediakan," tuturnya.

Berkaca pada kejadian warga merokok di bawah plang KTR di Braga, Ema menyebut akan menggencarkan pengawasan dan sosialisasi.

"Nanti pengawasan harus kita terus dilakukan, ketika rakyat sudah tahu terbangun kesadaran, terbangun komitmen bersama dan semua menjalankan itu," ujarnya.

"Ini sosialisasinya jangan hanya cukup di launching, harus secara continue, peran media ini luar biasa terus mengingatkan," tambahnya.

Terkait Perwal, Ema akan menindaklanjuti kepada Kepala Dinas Kesehatan Ahyani Raksanagara.

"Perwal nanti kita lihat ya, saya akan nanya ke DKK, tapi prinsip Perda itu tanpa Perwal berlaku, tapi berkenaan detail teknis harus dipersiapkan, pasti setiap pasal dalam perda mengamanatkan (ada Perwal). Kita dorong ya, kalau memang belum nanti saya tanya ke Bu Ahyani ya," ujarnya.

(wip/mud)