Edarkan Ratusan Gram Sabu di Cirebon, 6 Pengedar Dibekuk Polisi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 17:17 WIB
6 pengedar sabu di Cirebon diamankan polisi
6 pengedar sabu di Cirebon diamankan polisi (Foto: Istimewa)
Cirebon -

Sebanyak enam orang pengedar dibekuk polisi di Cirebon. Mereka mengedarkan narkotika sabu hingga tembakau sintetis di wilayah Cirebon.

Ke-enam orang tersebut yakni MABS (27), ERA (21), CL (36), RH (27), MYF (30) dan WL (30). Mereka ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota yang dipimpin langsung AKP Tanwin selama satu pekan lebih atau dari tanggal 1 hingga 12 November 2021. Total ada sabu seberat 118,82 gram dan tembakau sintetis seberat 63,22 gram.

"Seluruh (tersangka) dikategorikan pengedar. Satu tersangka (CL) merupakan residivis yang pernah ditangkap dan ditahan sebanyak tiga kali," ucap Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar dalam keterangannya, Selasa (16/11/2021).

MABS ditangkap polisi pada 10 November lalu di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Dari tangan MABS, polisi mendapati barang bukti berupa sabu sebanyak 117,51 gram.

Kemudian ERA ditangkap pada 5 November 2021 di kawasan Kesambi. Polisi juga menemukan barang bukti berupa 56,4 gram sabu-sabu.

Lalu seorang residivis CL alias BK ditangkap dengan barang bukti 0,22 gram sabu. CL ditangkap pada (12/11) di Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. RH ditangkap pada 1 November 2021 dengan barang bukti 0,13 gram sabu.

Kemudian MYF yang memiliki sabu seberat 0,41 gram ditangkap pada 3 November 2021. Terakhir WL ditangkap pada 1 November 2021 dengan barang bukti 0,55 gram sabu.

"Mereka ditangkap baik di rumah maupun di jalan," tutur dia.

Untuk modus yang digunakan dalam mengedarkan narkotik ini beragam. Mulai dari menempel hingga modus yang lain.

"Modus operandinya dengan cara menempel, menggunakan jasa pengiriman barang dan transaksi langsung," ujar Kasat Narkoba Polres Cirebon Kota AKP Tanwin.

Atas perbuatannya itu, keenam tersangka dikenakan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Permenkes nomor 14 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

"Berdasarkan barang bukti yang telah disita, kita telah berhasil menyelamatkan sekitar 12.120 orang dari penyalahgunaan narkotika," kata dia.

(dir/mud)