Jabar Hari Ini: Istri Dituntut 1 Tahun Gegara Omeli Suami-Kakek Perkosa Gadis

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 23:09 WIB
Istri di karawang dituntut 1 tahun penjara gegara omeli suami mabuk
Kasus istri dituntut 1 tahun gegara omeli suami mabuk (Foto: Yuda Febrian Silitonga)

Kapolda Jabar Bandingkan Kasus Subang dengan Pembunuhan Pulomas

Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana bicara soal mudah-sulitnya perkara pembunuhan terkait kasus di Subang. Suntana juga membandingkan beberapa perkara lain seperti pembunuhan di Pulomas, Jakarta.

Suntana mengatakan pengungkapan kasus pembunuhan terkadang sulit dan bisa saja mudah. Dia lantas mencontohkan beberapa kasus pembunuhan yang sempat heboh salah satunya kasus di Pulomas.

"Karena memang pengungkapan suatu perkara dalam kasus pembunuhan kadang-kadang gampil cuma sehari, kadang-kadang itungan jam. Sebagai contoh waktu saya Wakapolda Metro Jaya ada kasus Pulomas, ada jenazah dikunci dalam satu WC. Saya saat itu bisa ungkap cepat," ujar Suntana di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/11/2021).

Selain kasus Pulomas, Suntana juga menyebut ada kasus lain yang pengungkapannya cepat. Kasus tersebut pemukulan di bus Transjakarta.

Namun, kata dia, ada beberapa kasus juga yang memang sulit pengungkapannya. Menurut dia, perlu kehati-hatian dalam pengungkapan kasus.

"Tetapi ada kasus tertentu juga yang kadang proses pengujian nya itu harus hati-hati," tutur dia.

Kendati demikian, Suntana menegaskan kasus pembunuhan di Subang masih dalam penyidikan. Pihaknya juga sudah meminta jajarannya untuk segera mengungkap.

Sebelumnya, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada Rabu (18/8). Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).

Sementara untuk kasus Pulomas sendiri, kasus itu sempat geger pada tahun 2016 silam. Kasus bermula saat Erwin Situmorang dan Ridwan Sitorus merampok rumah Dodi Triono pada penghujung 2016. Mereka menyekap 11 penghuni di kamar mandi, sehingga 6 di antaranya tewas karena kehabisan nafas.

Dalam hitungan hari, komplotan dibekuk. Ketua komplotan tersebut, Ramlan Butarbutar tewas kehabisan darah setelah ditembak polisi. Sedangkan tiga anggota lainnya, yaitu Erwin, Ridwan dan Ius Pane ditangkap hidup-hidup.


(mud/mud)