Tur Virtual

Kampung Adat Kuta Ciamis, Pertahankan Tradisi hingga Rumah Anti Gempa

Dadang Hermansyah - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 15:56 WIB
Ciamis -

Warga Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tetap memegang erat amanah leluhur. Mereka mempertahankan bangunan rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu.

Para leluhur telah mengamanatkan agar warga tidak membangun rumah menggunakan tembok atau permanen. Bila hal itu dilanggar maka khawatir terkena musibah atau hal yang tidak diinginkan.

Karena keunikannya menerapkan kearifan lokal, Kampung Kuta Ciamis menjadi salah satu destinasi wisata budaya. Biasanya kampung ini dikunjungi oleh para pelajar dan mahasiswa yang study tour atau penelitian.

Saat ini jumlah rumah panggung di Kampung Kuta ada 111 rumah dengan 258 penduduk. Bentuk bangunannya pun harus persegi panjang, tidak menggunakan genteng tapi memakai Kerai dan ijuk. Dulunya di kampung adat ini hanya ada 4 rumah yang didirikan oleh pendirinya.

Selain karena ada larangan, bangunan rumah panggung ini tentunya memiliki banyak manfaat. Tanah di lokasi tersebut terbilang labil, sehingga rumah dari bambu dan kayu ini tidak mudah retak dan juga tahan gempa.

Kampung Kuta ini konon berasal dari kata Mahkuta atau Mahkota. Konon dulunya lokasi ini akan menjadi pusat Kerajaan Galuh namun batal. Sehingga warga menyakini di lokasi ini memiliki patilasan atau peninggalan Kerajaan Galuh. Salah satu calon lokasi pusat Kerajaan Galuh terletak di Leuweung Gede atau Hutan Larangan.

"Untuk yang dijadikan kampung adat ini dari bangunan rumah. Kalau bangun rumah harus panggung. Seni budayanya juga tetap dipertahankan. Ada upacara Adat Nyuguh. Ada juga Hutan Larangan hanya boleh masuk Senin dan Jumat saja. Masuknya juga tidak boleh pakai baju dinas dan baju hitam-hitam," ujar Kepala Dusun Kampung Kuta Didi Sardi, Senin (15/11/2021).

(mso/mso)