ADVERTISEMENT

Srikandi Bandung Sukses Bawa Kopi Kamojang Mendunia

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 22:54 WIB
Srikandi Bandung Sukses Bawa Kopi Kamojang Mendunia
Eti Sumiati (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung -

Langit kawasan Kamojang, Ibun, Kabupaten Bandung, mulai mendung. Semilir angin mulai berhembus di kawasan tersebut. Tanda-tanda hujan pun mulai terlihat.

Tampak dari kejauhan, seorang perempuan berkacamata dan mengenakan baju abu bertuliskan 'Petani Itu Hebat' masih sibuk memetik buah kopi. Jemari tangannya hanya memetik kopi berwarna merah saja. Satu persatu pohon kopi yang ditanam di kawasan tersebut disusuri, saat melihat ada pohon yang buahnya sudah berwarna merah langsung dipetiknya.

"Ini sisa panen, sayang waktu itu belum bisa dipanen semua karena masih ada buah kopi berwarna hijau yang tersisa," kata Eti Sumiati (68), penggarap sekaligus Ketua Kelompok Tani Wanoja Coffee.

Kepada detikcom, sang srikandi tersebut menunjukkan buah kopi siap panen dan layak untuk dipetik. "Yang ini nih, ini sudah banyak yang matang, petik dulu ya," kata Eti.

Jumat itu, area kebun hanya ada Eti. Sedangkan yang lainnya libur. Tidak banyak berbincang, selesai memetik buah kopi, dia mengajak ke tempat produksinya di Kampung Sangkan RT 2 RW 2, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, yang letaknya lima kilometer dari kebun.

Eti pun langsung mengajak ke ruang produksi. Di tempat yang harus selalu steril ini sejumlah perempuan tengah sibuk melakukan pemilihan biji kopi. Satu per satu biji kopi ini dipisahkan secara teliti.

Srikandi Bandung Sukses Bawa Kopi Kamojang MenduniaPemilihan biji kopi. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Karena proses penjemuran, pengeringan hingga pemilahan menggunakan mesin sudah terlewati, detikcom hanya bisa melihat pemilahan biji kopi secara manual saja. Biji kopi hasil pemilihan ini disimpan di lima wadah plastik yang digunakan oleh para karyawan Eti yang bertugas melakukan pemilahan.

"Ini sedang milih yang jeleknya. Kalau grade 1, 2 dan 3 itu dipisahkan sama huller, ada mesin. Ini sedang milih kotoran aja, ada pasir, ada cangkuang kopi, kopi belah karena huller, ada kopi hitam karena masih muda, seperti itu," tutur Eti.

Usai melihat tempat produksi, ibu dengan tiga anak ini, juga mengajak ke tempat pengemasan produk hasil Wanoja Coffee yang sudah selesai di-roasting dan langsung digiling menggunakan grinder.

"Kopi ini dibawa Bank Indonesia ke Singapura, tanggal 18 November pameran Coffee Asia. Dari Jawa Barat yang dipilih dua, kopi Arjuna dan punya kita Wanoja," kata Nene Eti sambil menunjukkan kopi yang sudah dikemas dengan kemasan yang berlabel BI Jabar.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT