Kronologi Ayah Garut Curi Ponsel demi Belajar Anak hingga Dibebaskan Jaksa

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 17:14 WIB
Garut -

Comara Saeful (41), nekat mencuri ponsel di kantor desa untuk kebutuhan anaknya belajar online. Sempat diproses hukum, dia akhirnya dibebaskan oleh jaksa.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut Neva Sari Susanti mengatakan aksi pencurian yang dilakukan Comara terjadi bulan September 2021 di kantor Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong.

"Dia mencuri HP (handphone) saat meminta beras ke kantor desa. Yang bersangkutan ini kurang mampu," ujar Neva kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Dirangkum detikcom, berikut ini merupakan kronologi pencurian HP yang dilakukan Comara hingga ditahan dan dibebaskan jaksa:

Selasa 7 September 2021

Comara mencuri sebuah telepon genggam di kantor Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, Garut. Peristiwa bermula saat Comara meminta beras ke kantor desa karena dia dan keluarganya belum makan.

Setelah diberi beras oleh perangkat desa setempat, Comara kemudian bergegas pulang. Saat hendak pulang, dia melihat sebuah HP. Comara kemudian mengambilnya. HP itu diketahui milik seorang pelajar yang sedang melaksanakan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) di sana.

Rabu 8 September 2021

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Malangbong. Di waktu yang bersamaan, menurut informasi yang dihimpun, Comara kemudian diamankan saat itu.

Setelah diinterogasi polisi, Comara mengakui perbuatannya. Dia mengaku nekat mencuri HP karena anaknya yang duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar merengek ingin dibelikan HP untuk belajar daring. Comara kemudian ditahan.

Jumat 5 November 2021

Setelah melengkapi berkas penyelidikan, penyidik kepolisian kemudian melimpahkan berkas perkara tersebut ke Kejaksaan Negeri Garut. Pihak Kejari kemudian menerima pelimpahan tersebut. Comara yang tadinya ditahan di Mako Polsek Malangbong kemudian dipindah ke Rutan Kelas II B Garut dan berstatus tahanan titipan jaksa.

Setelah menerima berkas pelimpahan, saat itu, pihak kejaksaan kemudian melakukan pemeriksaan berkas. Mereka kemudian berupaya melakukan penerapan restorative justice dalam kasus itu.

Pihak-pihak yang terlibat kemudian dipanggil dan difasilitasi untuk berdiskusi. Hasilnya, pihak korban memahami motivasi perilaku Comara dan bersedia memaafkan.

Rabu 10 November 2021

Setelah melalui serangkaian proses, penerapan restorative justice akhirnya disetujui. Menurut Kajari Neva, pihak jaksa telah melaksanakan ekspose dengan Jaksa Agung Muda (JAM) Pidum dan Kejati untuk melaksanakan restorative justice.

"Tadi kami ekspose dulu di Kejagung dan sudah berkoordinasi dengan Kejati. Kita paparkan alasannya (penerapan restorative justice)," katanya.

Comara kemudian diangkut menggunakan mobil tahanan Kejari dari Rutan ke Mako Kejari. Dia disambut sejumlah perangkat desa dan kerabatnya. Setelah diberi arahan oleh jaksa, Comara kemudian pulang.

(mud/mud)