Pelaku yang Bocorkan Data dan Norek Guru Banten Diperiksa

ADVERTISEMENT

Pelaku yang Bocorkan Data dan Norek Guru Banten Diperiksa

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 20:03 WIB
Ilustrasi malware
Foto: Dok. NordLocker
Serang -

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengatakan oknum yang menyebarkan data dan nomor rekening guru di situs vboo.pub di Tangerang sudah diperiksa. Pihaknya bekerja sama dengan Polda untuk menelusuri motifnya.

"Hari ini yang bersangkutan dipanggil. Jadi langkah konkret enggak main-main saya juga," kata Tabrani memberikan keterangan ke wartawan di Serang, Senin (8/11/2021).

Dindik belum bisa menilai apakah data itu penting atau tidak. Dari laporan yang ia dapat, data yang bocor hanya nama, NIK, alamat, nomor HP dan nama orang tua. Tidak ada nomor induk pegawai guru yang bocor. Pelaku yang membocorkan diketahui berinisial RK.

"Kalau bicara seberapa penting data-data itu, tanpa di sana pun kita punya," katanya.

Pihaknya juga belum bisa menentukan apakah akan mengambil langkah pidana. Status orang tersebut katanya memang bekerja di salah satu sekolah di Tangerang.

Tabrani juga menegaskan bahwa, situs Dindikbud Banten tidak mengandung malware dan tidak ada data yang bocor sebagaimana berita yang disebarkan pihak tertentu. Website dinas juga aman untuk diakses dan data di sana bersifat publik.

"Jadi kalau ada pernyataan para pihak yang menyatakan bahwa ada kebocoran pada website dinas itu tidak terjadi," tegasnya.

Sebelumnya, data guru di Banten bocor di aplikasi vbook yang menawarkan data e-book gratis. Data itu ternyata mengandung malware jika diakses.

Informasi kebocoran data ini terjadi sejak pekan lalu. Dindikbud Banten langsung koordinasi dengan kepolisian dari Polda Banten untuk mengecek hal tersebut.

"Bukan website Dindikbud. Ada semacam platform, diunggah oleh terduga kaitan dengan dokumen pribadi guru. Jadi itu sebetulnya bukan diunggah di website Dindik. Kemarin saya sempat baca berita jangan dibuka website dindik Dindikbud. Ada kekeliruan, bukan websitenya," kata Kepala TIPK Dindikbud Banten Tito Istianto kepada detikcom pada Minggu (7/11/2021) kemarin.

(bri/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT