Keren! Pertunjukan Wayang Kontemporer di Jabar Dikemas Modern

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 19:50 WIB
Wayang kontemporer
Wayang kontemporer (Foto: Istimewa).
Bandung -

Pertunjukan wayang lazimnya dikemas secara tradisional dengan gamelan hingga cerita kuno Ramayana. Namun, di era serba digital ini, pertunjukan wayang bisa dikemas secara modern loh.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat dan Pemprov Jabar lah yang mencoba mengemas pertunjukan wayang kontemporer dengan cara terbaru.

Pertunjukan wayang yang ditampilkan pada Minggu (7/11) malam itu pun dikemas dengan berbagai modernisasi seperti alat musik yang digunakan, cerita yang diangkat, hingga media penayangan yang dilakukan secara virtual berbasis internet.

Dalam pertunjukannya ini, alat musik yang digunakan bukan lagi gamelan melainkan alat musik modern. Ceritanya pun bukan lagi soal tokoh klasik Ramayana melainkan soal pentingnya menjaga protokol kesehatan di era pandemi COVID-19.

Ketua KNPI Jabar Ridwansyah Yusuf Achmad mengatakan melestarikan budaya leluhur merupakan keharusan bagi setiap generasi. Budaya merupakan jati diri suatu bangsa yang memiliki peran, fungsi strategis karena menjadi dasar dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Apalagi di era sekarang, ekonomi kreatif yang salah satunya melalui budaya, menjadi kekuatan baru untuk menciptakan daya saing manusia," ujar dia dalam keterangannya, Senin (8/11/2021).

Menurut dia, pelestarian budaya ini bisa dikolaborasikan dengan menumbuhkan nilai ekonomi. Terobosan ini, kata dia, bisa menjadi jalan guna mewujudkan pelestarian budaya hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Kita kurangi kompetisi, perbanyak kolaborasi. Untuk melestarikan budaya perlu terobosan seperti ini. Dengan ide memodernkan, mengkontemporerkan seni tradisi sehingga bisa mendapat simpati anak muda" katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik juga mendukung inovasi tersebut. Cara ini, kata Dedi, bisa menjadi kontribusi guna pertumbuhan ekonomi kreatif usai dihantam pandemi COVID-19.

"Atraksi budaya ini penting dikemas untuk pertumbuhan ekonomi. Jadi agen of change, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dikemas melalui suatu tradisi," kata dia.

Apalagi, Dedi menilai kebudayaan akan menjadi senjata utama dalam memenangkan persaingan global. "Bagaimana anak-anak muda kita sudah dikuasai budayanya seperti melalui makanan (khas luar negeri yang marak di dalam negeri). Sekarang bagaimana kita bisa menguasai dunia lewat wayang," ujarnya.

Kepala Bidang IKP Diskominfo Jabar Faiz Rahman menambahkan cerita yang diangkat soal proses ini sekaligus menjadi cara ampuh mengkampanyekan prokes kepada masyarakat.

"Pengalaman kita selama dua tahun (pandemi) ini dalam menyampaikan informasi tentang sosialisasi prokes, infonya lebih tersampaikan jika dibalut hal-hal yang atraktif dan budaya lokal," kata dia.

(dir/mso)