Ini Faktor Penyebab Kasus DBD di Kuningan Turun Drastis

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 11:59 WIB
Mosquito sucking blood on a human hand
Ilustrasi nyamuk DBD (Foto: thinkstock)
Kuningan -

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami penurunan. Jumlah kasus DBD pada 2021 ini jauh lebih sedikit dibanding dengan tahun 2020.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, sejak Januari hingga akhir September 2021 jumlah kasus DBD di Kuningan mencapai 196 kasus. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kasus DBD di Kuningan saat ini jumlahnya menurun drastis. Pada tahun 2020 lalu hingga bulan September, tercatat ada 335 kasus DBD yang terjadi.

Berdasarkan analisis yang terdapat di data Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, diketahui faktor penyebab menurunnya kasus DBD tahun ini karena adanya pandemi COVID-19. "Salah satu faktornya karena adanya pandemi COVID-19 membuat kegiatan pelayanan puskesmas menjadi terbatas hingga belum dilaporkannya angka bebas jentik (ABJ) oleh puskesmas secara rutin," kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Denny Mustafa saat dikonfirmasi, Senin (8/11/2021).

Tidak hanya itu menurunnya kasus DBD ini juga bisa terjadi karena efek positif dari adanya pengawasan aktivitas masyarakat hingga anjuran penerapan protokol kesehatan yang wajib dilakukan. Kondisi itu menurut Denny membuat kekebalan tubuh masyarakat Kuningan secara tidak langsung menjadi semakin kuat.

"Penerapan prokes, pembatasan aktivitas itu juga berpengaruh secara tidak langsung," ujarnya.

Meski kasus DBD menurun, Denny meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan kebersihan lingkungan. Ia mengimbau masyarakat untuk mulai membersihkan tempat-tempat yang berpotensi bisa menjadi sarang nyamuk.

"Seperti kaleng bekas, gelas plastik dan pot-pot yang terbuka menghadap ke atas ini berpotensi menimbulkan genangan air yang jadi tempat berkembang biak nyamuk. Jadi yang penting itu pemberantasan sarang nyamuk," ucap Denny.

(bbn/bbn)