Unak Anik Jabar

Magis Makam Kanjeng Dalem Nayapita, Tempat Sembunyi dari Belanda-Bokor Emas

Dadang Hermansyah - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 10:19 WIB
Makam keramat di Ciamisa
Makam keramat di Ciamis (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom).
Ciamis - Warga Kampung Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, punya cerita urban yang sampai kini masih diyakini. Konon di tempat ini kalau lupa atau tidak melakukan ziarah 'nadran' ke makam leluhur (Kanjeng Dalem Nayapita) saat akan hajatan maka akan ada kejadian.

Menurut Sutarman, tokoh masyarakat setempat, Kanjeng Dalem Nayapita adalah salah satu pemimpin di wilayah tersebut sejak zaman Kerjaan Galuh. Lokasi pemakamannya berada di paling atas kampung tersebut. Ukuran makamnya pun besar berbeda dengan yang sekarang.

Makam ini sering dikunjungi peziarah dari luar daerah salah satunya dari Bandung dan Tasikmalaya. Konon, di area makam ini memiliki kekuatan magis. Ada juga yang percaya di sekitar makam ini terdapat bokor emas.

Dulu area pemakaman ini juga sering digunakan warga untuk bersembunyi dari militer Belanda saat menjajah. Warga berkumpul di lokasi makam tersebut. Meski tempat tersebut cukup terbuka, tapi Belanda tidak akan melihat masyarakat berkumpul.

"Dari cerita kakek saya, jadi ketika ada Belanda melintas ke wilayah ini, warga langsung berkumpul di area makam. Konon Belanda seolah-olah tidak melihat warga padahal banyak orang, ada pelindungnya," ujar Sutarman (65), Senin (8/12/2021).

Sutarman mengatakan warga rutin melakukan ziarah ke makam Eyang Nayapita setiap tanggal 1 bulan Hijriah. Warga pun biasa berziarah ketika akan melaksanakan hajatan baik pernikahan atau khitanan. Apabila tidak dilakukan maka akan ada kejadian menimpa yang bersangkutan.

"Dulu juga sempat ada yang lupa tidak ziarah ke sini, ada kejadian menimpanya. Jadi warga disini sampai sekarang masih ziarah ketika akan hajatan," katanya.

Sementara itu, Husen, seorang warga mengatakan warga di kampungnya selalu melaksanakan ziarah ketika akan hajatan. Sebab ia menyaksikannya sendiri ketika ada orang yang melaksanakan khitanan tapi lupa ziarah, disaat hajat ada angin besar yang terjadi secara lokal. Atau hanya di tempat tersebut saja.

"Ada warga yang lupa tidak Nyuguh atau ziarah ke makam. Ada hujan angin di sekitar lokasi itu. Kalau di sekitar tempat tinggal saya padahal tidak ada hujan angin," ungkapnya. (mso/mso)