Jelang Akhir Tahun, Polda Jabar Waspadai Peredaran Narkoba di Bogor-Bandung

ADVERTISEMENT

Jelang Akhir Tahun, Polda Jabar Waspadai Peredaran Narkoba di Bogor-Bandung

M. Sholihin - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 16:28 WIB
Polda Jabar gagalkan peredaran sabu di Bogor.
Polda Jabar gagalkan peredaran sabu di Bogor (Foto: M. Sholihin/detikcom).
Bogor -

Polres Bogor bekerjasama dengan Polda Jawa Barat berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu asal China seberat 10,6 kilogram. Barang haram dari dua tersangka IH (31) dan OP (32) ini rencananya akan diedarkan di Jawa Barat, terutama Bogor dan Bandung jelang libur akhir tahun.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan Bogor dan Bandung menjadi sasaran peredaran narkoba. Pasalnya dua wilayah itu menjadi tujuan wisatawan di hari libur, terutama libur akhir tahun.

"Yang perlu diingat, Jawa Barat ini mempunyai penduduk 50 juta, itu penduduk terbesar. Kemudian, di Jawa Barat ini ada lebih dari seribu destinasi wisata, dimana pada libur hari-hari besar, hari raya, akhir tahun, itu masyarakat sekitarnya atau lebih banyak dari Jakarta ini berlibur ke Jawa Barat," kata Erdi kepada wartawan, Jumat (5/11/2021).

"Nah di sinilah peluang-peluang dari kejahatan narkoba, mereka itu menyuplai, bagaimana caranya supaya barang mereka itu laku. Kita ketahui bersama, bahwa sebagian besar daerah wisata itu Bandung, kemudian Bogor Kota, Bogor Kabupaten," ucap Erdi menambahkan.

Hal serupa diungkap Direktur Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat. Menurutnya, Bogor dan Bandung menjadi wilayah di Jawa Barat yang lebih banyak didatangi wisatawan.

"Sebetulnya semua wilayah (di Jawa Barat) berpotensi jadi sasaran peredaran narkoba, tetapi kenapa di sini lebih banyak, karena Bogor kan daerah wisata, tempat orang luar datang untuk melihat gunung, kemudian Bandung," kata Rudy didampingi Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Muhamad Ilham.

"Kita-kita lain tetep ada potensi, cuma penggunanya cuma orang-orang lokal saja ya. Makanya untuk Bogor, Bandung itu merupakan kota yang besar dan lebih ramai, itu relatif lebih banyak mereka (pengedar narkoba) memasok barangnya kesana," ucap Rudy menambahkan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Rudy, tersangka OP sudah 6 bulan mengedarkan sabu asal China itu. Selama 6 bulan itu, sabu yang didapat dari DPO berinisial DA itu diedarkan ke Bogor dan Bandung.

"Dari 6 bulan dia (tersangka OP) jadi pengedar, barangnya itu diedarkan ke Bogor dan Bandung," kata Rudy.

Peredaran narkoba menjelang akhir tahun, kata Rudy, memang teridentifikasi lebih marak dibanding 6 bulan sebelumnya.

"Ini memasuki bulan November ya, untuk peredaran narkoba relatif lebih meningkat, bertambah jumlahnya, cuma tinggal tergantung bagaimana para petugas meningkatkan pengungkapannya," kata Rudy.

"Untuk marak atau tidaknya, apalagi akhir tahun ini memang lebih marak ini dibanding misalkan 6 bulan sebelumnya, di pertengahan tahun. Tetapi perlu diwaspadai awal tahun nanti juga marak kembali," tambahnya.

Untuk antisipasi peredaran narkoba jelang libur tahun baru, lanjut Rudy, pihaknya akan melakukan kegiatan-kegiatan bersama Polres-polres di jajaran Polda Jawa Barat.

"Kita akan gelar operasi "Antik" jelang akhir tahun, itu sebagai bentuk antisipasi. Harapannya dengan operasi Antik, peredaran narkoba dapat ditekan," ujarnya.

(mso/mso)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT