Warga Sukabumi Kaget Sofa-Kasur Miliknya Ngambang Diterjang Banjir

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 18:49 WIB
Warga Sukabumi kaget sofa dan kasur di rumahnya ngambang terkena banjir
Warga Sukabumi kaget sofa dan kasur di rumahnya ngambang terkena banjir (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi - Hamidi (57) kaget bukan main saat tiba-tiba sofa dan kasur rumahnya mengambang terkena luapan air dari selokan masuk ke dalam rumahnya. Ia yang saat itu berada di ruang belakang sontak memeriksa ke bagian depan, benar saja luapan air menerjang masuk ke lewat pintu depan rumahnya.

Berbekal gayung, lap pel dan ember warga Kampung Babakan Pendeuy, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi itu pun langsung membuang genangan air bercampur lumpur yang masuk ke dalam rumahnya itu.

"Saya kejadian di belakang rumah, air langsung masuk mendadak. Sofa semua baru diangkat, pada basah kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB, risbang (kasur tempat tidur), sofa pada ngambang karena air menggenang setinggi lutut," kata Hamidi kepada detikcom, Selasa (2/11/2021).

Menurut Hamidi banjir yang masuk ke rumahnya adalah kiriman dari selokan-selokan kecil dari lokasi perbukitan Gunung Geplak barisan bukit Gunung Jayanti. Selokan yang kecil tidak bisa menampung air yang meluap seiring datangnya hujan deras.

"Ini kiriman dari atas (gunung) begitu turun air meluap masuk ke rumah saya lalu meluber ke jalan. Ini tiap tahun selalu seperti ini," imbuhnya.

Sementara itu, Budi warga lainnya membenarkan luapan air dari pegunungan tidak tertampung oleh selokan. Ditambah kondisi aliran sungai yang sempit akibat bong saluran air yang ukurannya kecil membuat air membalik dan menggenangi rumah warga.

"Tadi kan datang air gunung meluap masuk ke perkampungan warga masuk rumah. Kejadiannya setiap tahun selalu seperti ini, pintu air juga masih terbuat dari bambu jadi ketika air tertahan warga enggak ada yang berani buka karena luapannya deras," ujar Budi.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga bergotong royong membersihkan material bekas luapan banjir. Material pasir, lumpur hingga sampah terlihat menumpuk di pinggiran ruas jalan Palabuhanratu - Sukabumi.

"Banyak juga sampah yang dibuang warga menutup saluran air, itu juga sedikit banyak menyumbang banjir di lokasi ini. Selain kampung ini, banjir juga kerap terjadi di Kampung Cisaat bersebelahan dengan kampung ini," pungkasnya. (sya/mud)