Pilu 4 Bocah di Tasikmalaya Jadi Yatim Piatu dalam Semalam

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 13:32 WIB
Empat bocah di Tasikmalaya mendadak jadi yatim piatu dalam semalam
Empat bocah di Tasikmalaya mendadak jadi yatim piatu dalam semalam (Foto: Deden Rahadian)
Tasikmalaya -

Malang nasib empat orang bocah di Tasikmalaya. Mereka yang masih belia harus menjadi yatim piatu hanya dalam semalam setelah kedua orang tuanya meninggal.

Kisah empat orang bocah warga Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya ini ramai diperbincangkan di jagad maya. Kepiluan yang dialami mereka diunggah akun TikTok @Lia Tsm hingga ditonton dan dibagikan jutaan kali oleh warganet.

Pantauan detikcom, video berdurasi 26 detik itu menampilkan gambar dua makam berdampingan serta memperlihatkan sejumlah anak kecil tertunduk sedih di rumah duka.

Selain disertai musik syahdu, tulisan video menyampaikan peristiwa memilukan yang menimpa empat orang anak kecil ini. Mereka ditinggal wafat ayah dan ibunya hanya selang beberapa jam saja.

"Suaminya meninggal selang beberapa jam istrinya menyusul. Meninggalkan empat orang anak yang masih kecil kecil. Semoga kalian jadi anak anak soleh," tulis akun @Lia Tsm.

Sejumlah warganet ikut berduka dan prihatin melihat unggahan ini. Mereka tidak bisa membayangkan kalau kejadian ini menimpanya.

"Sedih sekali saya lihatnya Yaa Alloh yaa Rob. Kuatkan nak. pengen banget bantu anak ini," kata Apip, salah satu warganet.

Kedua orang tua empat bocah itu bernama Dedi dan Wahyuningtias. Keduanya meninggal dunia selang beberapa jam saja, Jumat (29/10).

Sang suami yang sakit komplikasi meninggal pukul 03.00 WIB. Sementara istrinya menyusul sekitar pukul 09.00 WIB tanpa penyakit.

"Kalau aa meninggal jam sepuluh malam. Nah teteh nyusul pukul tiga pagi hari Jumat itu," ucap Dedeh Murtika, kerabat llmarhum di rumahnya, Senin (01/11/2021).

Ironisnya, kematian almarhum meninggalkan empat orang anak yang masih kecil. Azila Pratama (12), Melinda(10), Oktavia (3) dan Muhammad Zikra berusia 8 bulan.

"Ada empat anak kecil paling besar kelas enam SD, kedua kelas empat yang ketiga baru tiga tahun sama terakhir masih bayi," ungkap Dedeh.

Keluarga memutuskan untuk mengurus anak almarhum. Anak pertama dan kedua diurus Dedeh, sementara anak ketiga oleh kakanya dan yang bayi dibawa kerabat suaminya ke Jawa.

"Berdoa sama Allah kami dibanyakan rezeki urus anak yatim,"kata Dedeh.

Pihak kelurahan bersama Babinsa dan Babinkabtimas mendatangi rumah duka serta takziah di makam almarhum. Meski menyampaikan keprihatinan mendalam, pemerintah setempat masih berupaya mencari solusi keberlangsungan hidup serta pendidikan empat anak almarhum.

"Kami khawatir dan prihatin kondisi anak anak alamarhum. Tapi kami belum tau juga ke depanya seperti apa nasib pendidikan anaknya," kata Cucu Kustiawan, Lurah Cibeuti.

(mud/mud)