Cemerlang dari Balik Gang

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 15:46 WIB
Seblak Teh Ida Braga
Warung seblak ini berada di kawasan Braga atau tepatnya Gang Apandi, Kota Bandung. (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung -

"Pesanan baru diterima!" Notifikasi GoBiz khusus mitra usaha GoFood itu berbunyi nyaring dari ponsel milik Nisa Fadilatul Rohmah.

Caca, sapaannya, terperanjat selagi bercengkerama bersama anak. Dia beringsut menggapai gawai yang tergeletak di meja ruang tengah rumah.

"Sengaja volumenya dikeraskan. Saya ambil handphone-nya, terus orderan diterima," ujar pengelola 'Daebak Street Food Sekepondok' ini.

Korean Food Sekepondok BandungMenu Korean Food racikan Daebak Street Food Sekepondok. (Foto: dok.Nisa Fadilatul Rohmah)

Selama hampir setahun ini telinga Caca 'bersahabat' dengan tanda pemberitahuan aplikasi tersebut. Audio bersuara wanita di ponselnya itu memacu Caca semangat berniaga.

"Saya terdoktrin suara notifikasinya," kata Caca tertawa.

Dia berjualan menu Korean Food di dua tempat berbeda. Salah satu cabang menempati rumah mertuanya di Gang Sekepondok 3, Kota Bandung.

"Meski berada di gang, pemesan atau pembeli selalu ada. Kuncinya memiliki niat kuat dan serius berwirausaha," tuturnya.

Bisnis kuliner skala rumahan, menurut dia, tak kalah agresif dengan kafe yang berdiri kokoh di pinggir jalan utama. Senjata andalan Caca hanya menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen GoFood dan tidak pelit bumbu.

GoFoodies berdomisili di Bandung Raya silih berganti membidik kudapan racikan Caca yang di antaranya steak, chicken rice bowl, dan sushi. Harga jualnya di bawah Rp 20 ribu.

"Usaha online di rumah kan nggak harus punya roda. Nggak perlu sewa tempat. Uangnya bisa dipakai modal dan beli paket data internet," ucap Caca.

Berkah cemerlang dari balik gang dirasakan mitra GoFood lainnya, Ida Hadiani. Dia terlihat sibuk menyiapkan makanan khas tradisional di warungnya yang nyempil di Gang Apandi.

"Alhamdulillah, ramai pembeli," kata Ida sambil mengaduk bumbu.

Dua kompor gas terdiri empat pembakaran menyala serentak. Empat wajan menghiasi kompor itu dijejali bahan baku seblak-cobek. Tangan kanan Ida lincah meliuk-liuk. Tiga driver ojek online menanti orderan konsumen itu tuntas diolah Ida.

Seblak Teh Ida BragaSeblak dan cobek racikan teh Ida Braga. (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)

Rahmat Abidin meladeni sesi wawancara saat istrinya tersebut berjibaku merampungkan makanan yang digandrungi GoFoodies. Berbagai menunya kisaran harga Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu.

"Kalau takeaway seharinya 200 hingga 250 porsi. Jumlah tersebut belum dihitung dengan konsumen yang makan di sini. Total 500 porsi per hari. Seblak-cobek ini camilan semua kalangan," tutur Rahmat.

Patokan mulut Gang Apandi tepat di samping Toko Djawa, Jalan Braga. Gang yang hanya cukup dilewati satu motor ini saksi kesuksesan Rahmat dan Ida.

"Rezekinya sudah di gang," ucap Rahmat yang merintis bisnis seblak sejak 2011.

"Pesanan baru diterima!". Orderan GoFood singgah di ponsel Ida.

Anak perempuan pertama Ida, yang terjun membantu di rumah selagi masih kuliah daring, secepat kilat merespons pesanan. Ida pun kembali bergeliat memasak seblak.