Alat Pelacak COVID-19 Buatan Unpad Bakal Mejeng di Dubai Expo 2021

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 09:03 WIB
Alat Tes COVID-19 Cepad Unpad
CePAD telah diuji coba serta mendapatkan sertifikat TKDN. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Alat pelacak COVID-19 buatan dalam negeri bernama CePad akan dipamerkan di pameran internasional Dubai Expo 2021 di bawah anjungan Indonesia Jawa Barat Kemenristek BRIN.

Direktur Inovasi Unpad DR Diana mengatakan CePAD berkontribusi dalam upaya pemerintah menangani pandemi COVID-19. Produk yang lahir dari tim riset Universitas Padjadjaran (Unpad) ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

CePAD telah diuji coba serta mendapatkan sertifikat TKDN, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia siap dan mandiri dalam menghadapi Pandemi COVID-19. Sebelum berangkat ke Dubai, pihaknya memperkenalkan produk hasil riset kampus Unpad ini kepada Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko.

"Sekaligus memohon doa restu dari Pemerintah RI khususnya Bapak Presiden RI agar CePAD dapat sukses dalam ajang promosi bergengsi mancanegara di Dubai Expo. Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi produk Antigen si CePAD karya Unpad ini untuk berkompetisi di pasar luar negeri dan akan segera menyampaikan kabar baik ini kepada Presiden Jokowi," kata Diana dalam keterangan resminya, Kamis (28/10/2021).

Sebagai produk kebanggaan Jawa Barat, saat ini CePAD mampu memproduksi kurang lebih sebanyak 3 juta dan siap untuk memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri dan ke depannya CePAD diharapkan dapat menjadi komoditas ekspor Indonesia. CePAD saat ini dipegang oleh PT Usaha Bersama Jabar (UBJ) yang merupakan anak usaha PT Jasa Sarana sebagai distributor utama karya inovasi tersebut.

PT UBJ sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, lalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah kawasan industri. Korporasi juga berencana memasukkan CePAD ke dalam e-katalog. Perbedaan Deteksi CePAD dengan rapid test yang umum digunakan saat awal pandemi adalah molekul yang dideteksi.

Rapid test COVID-19 yang umum mendeteksi antibodi, dan CePAD ini mendeteksi antigen. Inovasi CePAD di tahun 2020 menjadi inspirasi penggunaan antigen untuk deteksi hingga saat ini di Indonesia

(yum/bbn)