Cerita Penumpang Kena Imbas DAMRI Berhenti Operasi di Bandung

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 08:53 WIB
Penumpang Bus DAMRI di Bandung
Warga yang biasa menggunakan bus DAMRI saat menunggu di halte. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Sejumlah trayek bus Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (DAMRI) Bandung berhenti beroperasi mulai hari ini, Kamis (28/10/2021). Dari informasi yang dihimpun di lapangan, trayek Cibiru-Elang, Tanjungsari-Kebon Kalapa, Cicaheum-Cibereum dan Cicaheum-Leuwipanjang, yang sementara tidak melayani penumpang.

Sedangkan trayek yang masih beroperasi di antaranya, Cibiru-Kebon Kalapa, Elang-Jatinangor lewat Tol dan Alun-alun-Kota Baru. Pantauan detikcom di Bunderan Cibiru, Kamis (28/10/2021) pagi, sejumlah penumpang yang bisa menggunakan trayek Tanjungsari-Kebon Kalapa, harus menggunakan bus Trans Metro Bandung (TMB).

Selain itu, para penumpang juga kebingungan pasalnya tidak ada papan pengumuman di halte DAMRI yang berada di Bunderan Cibiru.

Tidak ada penumpukan penumpang, namun waktu keberangkatan warga yang hendak berangkat bekerja terlambat. Salah satu penumpang, Sekarwati (56), harus menunggu satu jam kedatangan bus TMB.

"Enggak ada pengumuman di sini (halte), kirain tuh info ini hoaks," kata Sekarwati.

Sekarwati mengatakan selama ini DAMRI terbilang terjangkau ongkosnya. "Dampaknya susah juga, soalnya dari rumah di Cibiru ke Kebon Kalapa cuma Rp 5 ribu, sangat membantu buat saya. Karena saya hanya pegawai kecil, kalau pakai angkot bisa Rp 20 ribu satu jalan, pulang pergi Rp 40 ribu," ucap Sekarwati.

Selain itu, jika naik angkot harus naik, dia harus turun sebanyak tiga kali dengan tiga trayek berbeda. "Dari Cibiru nyambung ke Gedebage, deri Gedebage ke Buahbatu, dari Buahbatu naik lagi ke yang Muhammad Ramdhan, itu kalau naik angkot. Naik DAMRI turun sekali di Tegallega, jelan ke tempat kerja," kata Sekarwati.

Simak juga Video: Fakta-fakta Terbaru soal Kecelakaan Maut Bus TransJakarta

[Gambas:Video 20detik]



(wip/bbn)