TNI Angkut Sampah Tangsel di Kantor Lurah Cilowong Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 17:49 WIB
TNI Angkut Sampah di Serang
Personel Koramil Taktakan turun tangan membersihkan tumpukan sampah di kantor Kelurahan Cilowong Serang. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Personel TNI dari Koramil 0204 Taktakan turun tangan untuk mengangkut sampah kriman asal Tangerang Selatan (Tangsel) yang dibuang di kantor Kelurahan Cilowong, Kota Serang, Banten. Pengangkutan oleh personel itu dilakukan secara manual ke truk sampah.

Personel TNI yang mengangkut sampah ini hanya menggunakan sekop dan alat bantu lainnya. Mereka inisiatif membersihkan sampah yang menggunung dan menimbulkan bau di area tersebut.

Di lokasi, personel TNI ini tidak dibantu oleh personel angkutan sampah dari Kota Serang. Hanya ada dua truk angkutan sampah yang turun di lokasi.

Danramil Taktakan Kapten Inf Aryadi mengatakan sampah yang dibuang di kantor kelurahan ini bisa menimbulkan penyakit. Dia meminta personelnya turun tangan membantu menaikkan sampah ke truk.

"Sampah sumber masalah dalam kesehatan. Ya kami diajarin waktu kecil kebersihan bagian daripada iman," kata Aryadi, Rabu (27/10/2021).

TNI Angkut Sampah di SerangPersonel Koramil Taktakan turun tangan membersihkan tumpukan sampah di kantor Kelurahan Cilowong Serang. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)

11 personel TNI terjun langsung ke lokasi. Markas Koramil memang berdekatan dengan kantor Kelurahan Cilowong.

"Sementara kami perbuat apa yang bisa kami perbuat, sementara kami kerjakan manual," ujar Aryadi.

Hingga pukul 17.00 WIB, sampah yang dibuang ke kantor kelurahan dan kecamatan itu belum diangkut oleh pemkot. Bahkan sejak pagi, tak ada staf dan lurah yang datang ke lokasi. Sampah dibuang imbas dari penolakan warga dan tuntutan kompensasi kerja sama pembuangan sampah Tangsel di TPS Cilowong.

Siang tadi, Wali Kota Serang Syafrudin enggan menanggapi masalah ini saat ditanya wartawan. Utusan Pemkot sudah mendatangi Polres Serang Kota untuk meminta pendampingan agar sampah bisa dibawa di kantor kelurahan dan kecamatan.

"Oh itu teknis, ke kepala Dinas LH ya," kata Syafrudin.

(bri/bbn)