Eks Kades-Anaknya di Pandeglang Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 418 Juta

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 16:29 WIB
Eks kades dan anaknya tersangka korupsi dana desa di Pandeglang
Eks kades dan anaknya tersangka korupsi dana desa di Pandeglang (Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Sukmajaya (54), eks kades di Pandeglang, Banten ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan korupsi dana desa tahun 2019 silam. Ia bersama anaknya Yogi Permana (29) digiring polisi setelah melakukan persekongkolan yang merugikan keuangan negara hingga Rp 418 juta.

"Kedua tersangka ini merupakan bapak dan anak. Bapaknya merupakan mantan kepala desa, sementara anaknya diangkat menjadi kepala urusan keuangan desa oleh bapaknya sendiri," kata Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Mauludi kepada wartawan di Pandeglang, Rabu (27/10/2021).

Fajar mengungkap, modus korupsi yang dilakukan Sukmajaya bersama anaknya yaitu dengan mengurangi spek pembangunan fisik yang dilakukan di desanya. Saat itu, desa yang dipimpin Sukmajaya mendapat kucuran dana desa pada 2019 dengan total anggaran sebesar Rp 772 juta.

"Jadi seharusnya spek pembangunan fisiknya sekian, oleh mereka sengaja dikurangi untuk mendapat keuntungan pribadi," ungkapnya.

Selain itu, kedua bapak dan anak ini juga nekat bersekongkol tidak menyalurkan beberapa dana untuk kegiatan masyarakat yang sudah dianggarkan dalam pengajuan dana desa. Di antaranya anggaran bidang pemberdayaan Rp 20 juta, anggaran pembinaan Rp 16,2 juta termasuk modal BUMDes tahun 2019 sebesar Rp 50 juta.

"Setelah dihitung oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), perbuatan mereka ini telah membuat kerugian negara hingga Rp 418 juta. Pengakuannya, uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Tapi, sampai sekarang masih kami dalami ke mana saja aliran dana tersebut mereka gunakan," terangnya.

Fajar juga menyebut, Sukmajaya merupakan kepala desa yang telah menjabat selama dua periode dari tahun 2009. Pada perhelatan pilkades kemarin, ia maju kembali namun gagal terpilih untuk ketiga kalinya.

Akibat perbuatannya, bapak dan anak ini terancam dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor serta Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

(mud/mud)