Mau Liburan ke Lembang? Waspada Jalur Rawan Longsor-Pohon Tumbang

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 12:31 WIB
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
(Foto: Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Bandung Barat -

Wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diminta berhati-hati mengingat saat ini wilayah Bandung Raya tengah berada di tengah cuaca ekstrem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat mengeluarkan tanda bahaya untuk sejumlah rute alternatif yang bisa diakses wisatawan saat hendak menuju ke Lembang kala libur akhir pekan.

Beberapa ruas jalan alternatif menuju kawasan Lembang dari arah Cimahi maupun Padalarang masuk kategori rawan longsor bahkan sebagiannya sudah terjadi longsor namun belum diperbaiki.

"Kita tahu akses jalan alternatif ke wilayah utara (Lembang) itu rawan longsor. Mulai dari sepanjang Cisarua, Parongpong, Maribaya, sampai Cikole. Kita sudah ingatkan wisatawan supaya waspada saat lewat jalur itu," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat Duddy Prabowo saat dihubungi detikcom, Rabu (27/10/2021).

Duddy mengatakan misalnya Jalan Cihanjuang Rahayu yang menjadi jalur alternatif dari Cimahi ke Lembang, Jalan Cisarua dekat objek wisata Curug Pelangi yang sudah longsor sejak lama namun belum diperbaiki hingga saat ini.

"Untuk dua titik bahkan sudah longsor, yaitu dekat di Curug Cimahi dan Cihanjuang Rahayu. Mita sudah ajukan ke provinsi dan Bina Marga KBB untuk diperbaiki, tapi perbaikannya belum terealisasi. Jadi kita pasang rambu-rambu untuk berhati-hati dan tidak digunakan dua ruas jalan," kata Duddy.

Selama cuaca ekstrem beberapa bulan ke depan, pihaknya meminta agar wisatawan tak memaksakan untuk melintasi jalur alternatif menuju Lembang.

"Wisatawan kalau bisa melewati jalur arteri, lebih baik tidak memilih jalur alternatif di tengah cuaca ekstrem ini. Apalagi kendaraan-kendaraan besar dilarang melintas ke situ. Jadi hanya boleh untuk kendaraan kecil," tegas Duddy.

Tak cuma jalur alternatif saja, pihaknya juga meminta wisatawan bisa berhati-hati saat berada di objek wisata terutama yang berada di tengah area hutan pinus. Pasalnya saat hujan deras disertai angin terjadi, potensi dahan patah hingga pohon tumbang mengintai wisatawan.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perhutani dan pengelola wisata di Lembang untuk bisa memantau dan meminimalisir pohon tumbang yang mengancam wisatawan.

"Kita sudah koordinasikan dengan Perhutani dan pengelola, supaya melakukan pembenahan seperti memotong ranting yang rawan patah dan mengarahkan wisatawan tak beraktivitas di alam saat hujan deras," tegas Duddy.

(mud/mud)