Keren! Kopi Arabika Sumedang Akan Mejeng di 17 Supermarket Washington DC

Nur Azis - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 19:12 WIB
Kopi arabika asal Sumedang akan mejeng di Supermarket Wasington DC
Kopi arabika asal Sumedang akan mejeng di Supermarket Wasington DC (Foto: Nur Azis)
Sumedang -

Kopi jenis arabika asal Kabupaten Sumedang berhasil mendobrak pasar Amerika Serikat. Kopi Geulis sebagai produsen akan mengisi 17 supermarket yang ada di Ibukota Negara atau Washington DC.

Hal itu diungkapkan oleh Ai Awang Hayati, pemilik merk Kopi Geulis kepada detikcom saat ditemui dalam acara Festival Kopi Sumedang yang digelar di halaman Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, Selasa (26/10/2021).

"Kita telah ekspor ke Amerika Serikat sebanyak satu ton roasty bean kopi yang nantinya akan dipasarkan di 17 supermarket di Washington DC," ungkap Ai.

Ai menyebutkan kopi yang berhasil diekspor adalah jenis kopi arabika yang berasal dari kawasan pegunungan Manglayang Timur.

"Kopi yang diekspor baru kopi arabika dari kawasan Manglayang Timur," katanya.

Kopi Geulis sendiri merupakan kopi-kopi unggulan yang berasal dari para petani kopi di Sumedang yang menjadi mitranya selama ini. Kopi-kopi tersebut berasal dari kawasan Manglayang Timur, Gunung Kareumbi, Cadas Pangeran dan kawasan pegunungan Tampomas.

"Peran saya sendiri di bagian hilir yakni sebagai prosesor atau pengolah kopi dan pemasarannya," ungkap Ai.

Kopi Geulis memiliki varian kopi yang dibedakan ke dalam beberapa proses pengolahan. Diantaranya, proses pengolahan secara natural, winy, honey, fullwash, semiwash dan kopi lanang.

Menurutnya, Sumedang secara kuantitas sudah mampu untuk mengekspor kopi ke negara lain. Namun, dalam mengekspor kopi ada beberapa legalitas khusus yang harus dipenuhi para eksportir kopi di Sumedang.

"Secara kuantitas jika dikumpulkan dari para petani kopi sudah cukup untuk ekspor kopi tapi lebih kepersiapan legalitasnya, karena ada beberapa legalitas khusus untuk eksportir kopi, ada ETK atau Ekspor Terdaftar Kopi dari Kementerian Perdagangan," terangnya.

Dalam waktu dekat, ia pun akan mengikuti pameran kopi di sepuluh negara, diantaranya Malaysia, Turki, Rusia, Jerman, Amerika Serikat, Maroko, Uni Emirat Arab, Mesir, Tiongkok, dan Australia.

"Pameran akan digelar dari tanggal 10 sampai 14 November bulan depan termasuk di L.A dan New York, kopinya sudah kita kirim ke sepuluh negara dan kita akan tampil disana, kalau pemasaran hanya baru di Washington DC," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Kopi Sumedang, Rauf Nuryama menyebutkan sedikitnya ada 50 stand yang dipersiapkan dalam Festival Kopi Sumedang ke-3 ini. Dari stand tersebut, 35 stand diantaranya untuk para petani dan pelaku usaha kopi dan semua telah terisi.

"Kalau sisanya untuk stand lainnya termasuk stand kuliner dan sponsor,," katanya.

Rauf mengatakan Festival Kopi Sumedang merupakan kegiatan rutin sebagai peringatan hari kopi di Sumedang yang jatuh setiap tanggal 7 Oktober.

Festival ini, tambah dia, sebagai pengingat kepada seluruh masyarakat Sumédang bahwa Sumedang memiliki komoditas lain yang patut diunggulkan, yakni kopi.

"Untuk mengingatkan ke masyarakat bahwa kita memiliki tambang emas hitam yang ditanam di pegunungan,yakni kopi itu sendiri," ucapnya.

(mud/mud)