Vaksinasi Jadi Syarat Siswa SD-SMP Bisa Ikut PTM Terbatas di Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 17:20 WIB
Ratusan tahanan atau warga binaan di Polres Metro Bekasi Kota menjalani vaksinasi guna mempercepat target herd immnity atau kekebalan komunal.
Ilustrasi (Foto: Rachman_punyaFOTO)
Cimahi -

Pemerintah Kota Cimahi mengantisipasi potensi munculnya klaster COVID-19 dari pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang berjalan sejak 6 September lalu.

Salah satu upayanya yakni dengan mewajibkan vaksinasi COVID-19 pada siswa SD dan SMP jika ingin mengikuti PTM terbatas. Jika enggan divaksinasi maka siswa yang bersangkutan tak diizinkan untuk mengikuti PTM terbatas

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi jumlah siswa SMP yang belum divaksinasi COVID-19 sekitar 1.200 orang dari total sasaran sekitar 21 ribu siswa. Sementara untuk siswa SD yang berusia 12 tahun baru sekitar 1.600 orang yang sudah divaksinasi dari total sasaran 3.898 orang.

"Kalau yang belum vaksin COVID-19 tidak diperbolehkan ikut PTM. Kalau mau PTM harus vaksin dulu untuk mencegah klaster baru," ungkap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Untuk itu pihaknya juga meminta pengertian dari orangtua siswa agar mengizinkan anaknya divaksinasi COVID-19. Hal itu sebagai langkah pencegahan melonjaknya kembali kasus COVID-19.

"Kita minta segera diizinkan untuk anaknya ikut vaksinasi. Vaksinasi ini nantinya akan sangat bermanfaat untuk menambah kekebalan tubuh anak selama menjalani PTM," terang Ngatiyana.

Selama dua bulan lebih berjalan pihaknya menyebut PTM dilakukan dengan sangat baik. Pihaknya juga belum menerima laporan adanya siswa maupun guru yang positif COVID-19 selama menjalani PTM.

"Secara keseluruhan proses PTM di Kota Cimahi yang sudah dilakukan sekitar dua bulan berjalan lancar. Kemudian yang paling disyukuri tidak ada kasus COVID-19 yang muncul," jelas Ngatiyana.

Namun apabila ditemukan kasus COVID-19 pada siswa dan guru yang menjalani PTM pihaknua tak segan untuk menghentikan aktivitas PTM di sekolah tersebut dan melakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Mudah-mudahan jangan sampai terjadi. Apabila terjadi kepala daerah berhak untuk memberhentikan proses PTM dan mengevaluasinya," pungkas Ngatiyana.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono menambahkan untuk siswa SMP yang belum divaksinasi apalagi dengan alasan tidak mendapat izin orang tua tidak akan diikutsertakan pada kegiatan PTM sesuai arahan dari Plt Wali Kota Cimahi.

Sedangkan untuk siswa SD khususnya yang masih di bawah 12 tahun akan dikecualikan dari persyaratan tersebut dan tetap diizinkan mengikuti PTM mengingat belum ada kewajiban untuk menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

"Tapi kalau sudah mendapat jadwal, tapi belum juga divaksin maka tidak diizinkan untuk melaksanakan PTM. Khusus SMP memang kebanyakan tidak diizinkan orang tua. Kalau SD memang belum semua sekolah mendapat jadwal vaksin," kata Harjono.

(mud/mud)