Warga Bandung Korban Teror Pinjol Sleman Sempat Berniat Akhiri Hidup

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 21:59 WIB
Pinjam Online Abal-abal
(Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Bandung -

TM (39) warga Bandung korban pinjaman online (pinjol) ilegal Sleman masih belum bisa beraktivitas normal meski kasusnya sudah diungkap. Bahkan saat diteror debt collector online, TM sempat berniat melakukan hal nekat.

"Sudah frustasi. Bahkan sudah ada niat dalam hatinya untuk hal semacam itu (bunuh diri)," ucap Heri Wijaya kuasa hukum TM saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (25/10/2021).

Niat itu akhirnya urung dilakukan saat Heri bertemu dengan TM. Saat itu, Heri mengaku memberikan pandangan terkait masalah yang dialami kliennya itu.

"Kami kasih pandangan bahwa dia tidak usah takut. Saya minta dia cukup bersabar dan itu membuat dia confident sehingga diurungkan niatnya," tutur Heri.

Heri menuturkan banyak dampak yang dialami kliennya itu saat diteror debt collector online. Psikologi kliennya yang paling parah terkena dampak.

"Kalau dulu untuk bicara saja takut bertemu orang saja paranoid," kata dia.

Bahkan kliennya itu sempat masuk rumah sakit gegara beban pikiran diteror debt collector online. Kondisinya saat itu memprihatinkan hingga harus dirawat lebih dari dua hari.

Namun semenjak dia berani melaporkan kasus itu dan dengan cepat diungkap Polda Jabar, kondisinya berangsur membaik. Terutama masalah psikisnya.

"Kalau secara psikis memang perkembangan luar biasa berangsur mulai agak lebih pede ketemu orang. Sekarang dengan adanya dilakukan Polda Jabar ini ya jadi agak berbeda. Lingkungan rumah terutama yang dulu beranggapan seperti yang dituduhkan keluarga sudah berubah pikiran," tutur dia.

Akan tetapi, hingga saat ini memang kliennya itu belum memulai aktivitas normal dalam pekerjaannya. Menurut Heri, TM masih perlu memulihkan kondisi fisiknya.

"Mengenai fisik memang belum bisa pulih sedia kala. Kemarin sudah anjurkan bekerja dia mau berangkat namun saran saya dia tidak aktivitas dulu. Jadi lebih kepada efek fisik belum pulih. Karena kemarin sempat dirawat di RS itu belum terlalu bisa mengembalikan lagi, masih proses," kata dia.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menggerebek kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal. Sebanyak 86 orang debt collector diringkus.

Perusahaan pinjol ilegal yang digerebek Polda Jabar berada di sebuah ruko lantai 3 Jalan Prof Herman Yohanes, Sami rono, Caturnunggal, Kecamatan Depok, Kota Yogyakarta, DIY. Polisi menggerebek tempat tersebut pada Kamis (14/10/2021).

Total ada delapan tersangka yakni RSS direktur perusahaan, GT menjabat sebagai asisten manajer, AZ sebagai HRD, RS sebagai HRD, MZ sebagai IT support, EA team leader desk collection, EM sebagai team leader desk collection dan AB sebagai desk collection atau debt collector online.

(dir/mud)