Sampah Celana Dalam di Gunung Sanggabuana Sering Ditemukan Saat Maulid

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 21:39 WIB
Sampah celana dalam di Gunung Sanggabuana sering ditemukan saat maulid
Sampah celana dalam di Gunung Sanggabuana sering ditemukan saat maulid (Foto: Dok KPG)
Karawang -

Ramainya celana dalam bekas yang berserakan di Pegunungan Sanggabuana. Pendaki Karawang dapatkan puluhan karung saat giat operasi bersih (Opsih).

Koordinator KPG Karawang Roymen mengatakan kegiatan Opsih yang dilakukan komunitasnya berlangsung pada Minggu (24/10) pagi.

"Jadi kami memang rutin setiap akhir pekan melakukan opsih di Pegunungan Sanggabuana, dan kebetulan sesudah kami melakukan opsih, hari ini video celana dalam yang banyak ditemukan viral, dan memang hal itu sudah biasa terjadi apalagi saat bulan Maulid ini. Dari sejak Minggu pagi sampai sore ini kami kumpulkan 3 karung ukuran besar lebih," kata Reymon saat dihubungi melalui telepon selular, Senin (25/10/2021) sore.

Lanjutnya, pada 2019 lalu juga, dikatakannya gerakan Opsih ini pernah digelar secara besar-besaran dengan melibatkan banyak komunitas.

"Dulu waktu tahun 2019 kita buat aksi Opsih bersama di Sanggabuana. Ada sekitar 50 komunitas yang terlibat dan banyak didapatkan puluhan karung celana dalam pakaian dalam juga bra," ujarnya.

Dari hasil Opsih itu, karung-karung berisikan celana dalam dan bra dibakar dan dibawa sebagian ke pos."Sebagian dibawa turun ke Pos dan sebagian dibakar," jelasnya.

Bahkan ia mengakui celana dalam, pakaian dalam dan bra didapatkannya di banyak spot atau area jalur pendakian.

"Relawan yang Opsih banyak dapat di spot jalur pendakian, dan bahkan ada di jalur mata air," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video berdurasi 59 detik yang memperlihatkan 3 orang tengah mengumpulkan celana dalam di Pegunungan Sanggabuana Karawang jadi perbincangan warganet.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @info_karawang dan dibagikan oleh banyak akun media sosial di Karawang hingga ditonton lebih dari 2.000 penonton.

Saat ditelusuri salah satu warga dari Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru Solihin (36) menuturkan fenomena buang celana dalam itu sudah sering dilakukan oleh warga yang berziarah dan juga pengunjung atau pendatang saat bulan Mulud (Maulid) sebagai salah satu ritual buang sial di Pegunungan Sanggabuana.

"Buang celana dalam itu memang sudah menjadi ritual yang dilakukan oleh peziarah saat bulan Mulud (Maulid) pengunjung atau pendatang kalau selesai dari Pegunungan Sanggabuana, katanya membuang sial," kata Solihin yang aktif juga sebagai pendaki saat dihubungi melalui telepon selular.

(mud/mud)