Inspektorat KBB Endus Dugaan Warga Nyogok Panitia Vaksinasi di Dusun Bambu

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 21:02 WIB
Ratusan pelajar SMP N 1 Blora antusias mengikuti vaksinasi di sekolahnya. Mereka pun berharap agar bisa segera kembali menjalani pembelajaran tatap muka.
Ilustrasi (Foto: Febrian Chandra)
Bandung Barat -

Pelaksanaan wisata vaksinasi COVID-19 di objek wisata Dusun Bambu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), beberapa waktu lalu diwarnai dugaan sogok-menyogok antara peserta vaksinasi dengan oknum panitia kegiatan.

Wisata vaksinasi COVID-19 di Dusun Bambu sendiri difasilitasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat. Sementara Dusun Bambu bertindak sebagai penyedia lokasi vaksinasi.

Dugaan aksi sogok-menyogok itu kemudian terendus oleh Badan Inspektorat Bandung Barat. Kini Badan Inspektorat langsung melaksanakan pendalaman untuk menyingkap fakta yang sebenarnya di balik kejadian tersebut.

"Kita sudah mengeluarkan surat perintah audit dan sedang berproses. Hasilnya ditunggu saja," ungkap Sekretaris Badan Inspektorat Bandung Barat Bambang Eko Wahjudi kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Bambang mengatakan berdasarkan informasi sementara yang diperolehnya, dugaan sogok-menyogok itu terjadi saat sejumlah peserta vaksinasi membayar sejumlah uang agar diberikan pelayanan khusus alias tidak perlu antre seperti peserta vaksinasi lainnya

"Dalam hal ini ada (peserta vaksinasi) yang diberikan pelayanan khusus, jadi bukan dijual vaksinnya. Tapi pelayanannya saja lebih daripada yang lain," kata Bambang.

Ia menegaskan dalam pelaksanaan vaksinasi yang difasilitasi pemerintah daerah tidak diperbolehkan terjadinya pemberian uang dalam bentuk apapun.

"Ada kesadaran dari pelaksana vaksinasi untuk menerima tip dan hal tidak boleh karena ini kan gratis sebetulnya," jelas Bambang.

Sementara itu pihaknya belum bisa memberikan keterangan pasti terkait berapa nominal uang yang diberikan serta jumlah masyarakat yang memberikan uang tersebut pada oknum panitia pelaksanaan vaksinasi.

"Secara detailnya kita belum tahu, karena masih menunggu hasil investigasi dari inspektur khusus (irsus). Di sini kita tidak melibatkan inspektur reguler," tutur Bambang.

Ia menegaskan, jika ada ASN yang terlibat dalam hal tersebut tentu akan ditindak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2021 Tentang Peraturan Disiplin Pegawai.

"Saat ini belum berani menyimpulkan, saat ini sedang menunggu dari Irsus terlebih dahulu. Nanti hasilnya apakah ada keterlibatan kita lihat kesalahannya seperti apa tentu kita akan tindak sesuai peraturan yang berlaku," tegas Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Eisenhower Sitanggang membenarkan ada sejumlah masyarakat peserta vaksinasi yang ingin bebas antrean sehingga memberikan sejumlah uang pada panitia.

"Kita mendengar ada orang yang ingin bebas antrean dengan memberikan uang. Jadi bukan jual beli vaksin," kata Eisenhower.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Disparbud Bandung Barat Heri Partomo. Menurut Heri dugaan sogok menyogok itu dilakukan oleh peserta vaksinasi terhadap seorang oknum panitia di luar Disparbud dan Dinkes KBB.

"Informasinya memang begitu, tapi setelah kita coba telusuri ternyata sogokan itu dilakukan oleh peserta vaksinasi yang katanya lagi buru-buru. Jadi dia ngasih uang ke panitia biar difasilitasi karena memang antreannya panjang. Tapi bukan bagian dari Disparbud atau Dinkes KBB," kata Heri.

Sementara itu, Manager Marketing Komunikasi Dusun Bambu Ervina Mironari mengatakan bahwa pihak Dusun Bambu sama sekali tidak mengetahui aksi dugaan sogok menyogok yang terjadi.

"Pihak Dusun Bambu dengan tegas menyatakan bahwa Dusun Bambu sebagai panitia, sama sekali tidak terlibat dengan kejadian yang didugakan," kata Vina.

Lihat juga video 'Palsukan Ratusan Kartu Vaksin Covid-19, Nakes di Makassar Diciduk!':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)