Merasakan Sensasi Naik Getek Seberangi Sungai Gegara Jembatan Gantung Ambruk

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 19:19 WIB
Warga Pandeglang pakai getek untuk menyebrangi sungai
Foto: Rifat Alhamidi
Pandeglang -

Jembatan gantung penghubung dua kecamatan di Pandeglang, Banten ambruk dan hingga kini belum diperbaiki oleh pemerintah setempat. Warga akhirnya membuat sarana perlintasan sementara dengan menggunakan getek supaya bisa menyebrang di atas aliran Sungai Ciliman, Pandeglang.

Pantauan di lokasi, Senin (25/10), sejak pagi banyak warga yang silih datang untuk menyebrang di atas aliran sungai menggunakan getek. Saat menyebrang, mereka bahkan turut mengangkut barang-barang bawaannya mulai dari kardus yang berisi belanjaan warung bahkan kendaraan yang mereka bawa saat berangkat dari rumah.

"Mau naik enggak, kang?" kata Imat, warga penarik getek membuyarkan konsentrasi wartawan saat sedang fokus mengambil beberapa angel foto di lokasi jembatan ambruk, Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang, Banten.

Karena penasaran, wartawan pun mencoba ikut naik di atas getek yang dibawa oleh Imat. Tentunya, rasa waswas langsung menghampiri begitu pertama kali menginjakan kaki di atas getek. Namun dengan santainya, Imat malah melemparkan candaan sembari memastikan perjalanan tersebut akan baik-baik saja.

"Tenang aja kang, enggak apa-apa kok. Yang penting jangan lebih dari lima orang, saya juga enggak berani kalau sebanyak itu. Kecuali semuanya udah pada bisa berenang, ya mangga aja kalau di tengah jalan kecebur, hehehehe," timpal Imat terkekeh renyah lalu mulai memakirkan geteknya menuju ke arah seberang sungai.

Imat mengaku, biasanya dalam sehari ia bisa menyeberangkan puluhan warga melintasi sungai. Bukan hanya warga yang menempuh perjalanan untuk membeli barang-barang belanjaan warung di desa sebelah, tapi juga anak-anak yang mau berangkat ke sekolah pun ia antarkan di atas getek yang baru lima harian dirakit menggunakan bahan dari bambu tersebut.

"Pokoknya jam enam pagi itu saya udah stand by di sini, soalnya kasihan banyak anak-anak yang mau berangkat sekolah. Kalau saya belum datang, biasanya ada yang lain yang bawa geteknya. Yang penting anak-anak bisa nyeberang dulu, takutnya kan mereka kesiangan sekolahnya," ucapnya.

Getek itu pun kata Imat, dibuat secara gotong royong oleh warga di kampungnya. Dengan menggunakan batang-batang bambu yang diikat dengan kawat, getek yang dibawa Imat pun sudah dianggap kokoh bahkan untuk mengangkut satu unit motor menyeberangi aliran sungai.

"Kuat lah kang, yang penting bawa motornya satu aja. Paling nanti gantian bulak-balik bawanya," tuturnya.

Meski cukup mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi Imat, tapi ia berharap jembatan gantung yang ambruk di kampungnya itu bisa segera diperbaiki oleh pemerintah. Pasalnya jembatan tersebut merupakan akses vital untuk warga yang mau melintas ke desa seberang.

"Kan enggak mungkin terus-terusan gini aja kang, enggak ada yang mau. Pengennya jembatannya dibenerin lagi biar aktivitas masyarakat di sini juga jadi normal lagi," pungkasnya.

(ern/ern)