Mentan Syahrul Sebut Pertanian Perkasa Meski Dihantam Pandemi

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 17:22 WIB
Mentan sebut sektor pertanian perkasa di tengah pandemi
Mentan sebut sektor pertanian perkasa di tengah pandemi (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Sektor pertanian tetap perkasa meski dihantam pandemi COVID-19. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut sektor pertanian mengalami pertumbuhan selama pandemi. Bahkan, ekspor komoditas pertanian alami peningkatan.

Syahrul menyebut dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2020, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pada triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen (quarter to quarter). Begitupun pada triwulan III dan IV, PDB pertanian tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 2,59 persen dari tahun ke tahun.

Syahrul mengatakan sektor pertanian menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional. "Memasuki triwulan II tahun ini, PDB pertanian masih konsisten tumbuh positif sebesar 12,93 persen," kata menteri yang akrab disapa SYL usai menghadiri acara Hari Pangan Sedunia di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (25/10/2021).

Syahrul juga menjelaskan tentang meningkatnya ekspor komoditas pertanian. Selama 2020 nilai ekspor pertanian mencapai Rp 451,8 triliun dan meningkat 15,79 persen dibandingkan periode sebelumnya, yakni Rp 390,2 triliun. Tak hanya itu, Syahrul juga mengatakan peningkatan ekspor komoditas pertanian berlanjut lada periode Januari hingga September 2021. Ekspor pertanian mencapai Rp 450 triliun dan tumbuh 45,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Januari hingga sekarang ekspor pertanian tumbuh sekitar 40 persen. Komoditas kita diminati dunia," kata Syahrul.

Syahrul mengatakan meningkatnya ekspor dan PDB pertanian merupakan bukti upaya Kementan selama tiga tabun. "Oleh karena itu, kunci keberhasilan tindak lanjut Hari Pangan Sedunia ini adalah pertama, koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, Hari Pangan Sedunia ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tata kelola hulu-hilir pertanian. Dan, perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan era. Ini sama dengan program reguler maksimum dan SPP," tegas ucap Syahrul.

Syahrul juga menjelaskan tentang ancaman kekeringan dan krisis pangan global yang telah di warning FAO pada awal tahun 2020, Kementan secara konsisten berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern dengan terus berinovasi melakukan terobosan-terobosan strategi pembangunan sektor pertanian yang semakin antisipatif dan adaptif.

"Mari jadikan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-41 ini momentum upaya kita bersama untuk mengubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset. Tentu yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, pemanasan global dan krisis air di masa yang akan datang," kata Syahrul.

(mud/mud)