Bikin Deg-degan, Warga Pandeglang Terpaksa Naik Getek Sebrangi Sungai

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 15:03 WIB
Warga Pandeglang pakai getek untuk menyebrangi sungai
Foto: Rifat Alhamidi
Pandeglang -

Warga di Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi terpaksa menaiki getek dengan menyebrangi Sungai Ciliman, Pandeglang,untuk bisa sampai ke desa tetangga. Pasalnya, jembatan gantung yang menjadi akses warga ambruk sejak Jumat (15/10) dan hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Pemandangan warga yang menaiki getek untuk menyebrang ini membahayakan. Bagaimana tidak, mereka harus naik di atas getek berbahan bambu yang memiliki lebar kurang dari dua meter dan panjang sekira lima meter, lalu menyeberang di atas aliran sungai yang memiliki lebar sekira 50 meter.

"Biasa lewat sini. Sekarang kan jembatannya kayak gini (ambruk), jadi terpaksa naik getek aja karena kalau muter lagi kita kan jauh jalannya," kata seorang warga bernama Romi saat berbincang dengan detikcom di lokasi jembatan ambruk, Pandeglang, Banten, Senin (25/10/2021).

Romi yang setiap hari berjualan tahu keliling itu pun harus menaiki getek walaupun dilanda kegelisahan saat menyeberang. Meski berbahaya, ia tetap menggunakan sarana tersebut karena aksesnya memang yang paling dekat. Bahkan, motor yang ia gunakan untuk berjualan juga ikut dinaikkan ke atas getek saat melintasi sungai menuju desa seberang.

"Kalau ngeri ya ngeri lah pastinya. Tapi gimana lagi enggak ada cara lain cuma getek doang. Kalau lewat jalan lain muter jauh lagi, bisa setengah jam perjalanan. Jalannya juga belum bagus, banyak batu, licin, apalagi kalau pas musim hujan kayak gini, lebih bahaya," ungkapnya.

Ia pun berharap jembatan ambruk tersebut segera diperbaiki kembali oleh pemerintah. Selain jadi sarana perlintasan yang paling dekat, jembatan tersebut juga kerap digunakan warga yang hilir mudik menyeberang dari Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi menuju Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten.

"Ini kan tempat kita jalur usaha yah, masyarakat juga sering lewat sini, pastinya kalau enggak cepet diperbaiki ngaruh ke kita juga. Mudah-mudahan secepatnya diperbaiki sama pemerintah," pungkasnya.

Lihat juga video 'Ibu Hamil Ditandu Lewati Hutan Hingga Bayi Kembarnya Meninggal':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)