Kasus COVID-19 di Cianjur Turun, Angka BOR Tak Lebih 5 Persen

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:01 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Cianjur -

Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur khusus pasien COVID-19 tiga RSUD di Kabupaten Cianjur terus menurun. Bahkan persentase BOR secara keseluruhan nyaris nol persen.

Direktur RSUD Sayang Cianjur Darmawan mengatakan saat ini dari 225 tempat tidur khusus pasien COVID-19 hanya terisi 18 tempat tidur. Namun dari 18 pasien tersebut, hanya 2 orang yang terkonfirmasi COVID-19. Sedangkan 16 pasien lainnya terdiri dari pasien probable, non COVID-19, serta pasien yang sudah negatif dan segera pulang.

"Sudah jauh turunnya, sekarang hanya terisi 18 kasur, itupun tidak seluruhnya pasien COVID-19. Ada juga pasien umum yang dirawat di ruang flamboyan, tapi kamarnya disterilkan terlebih dulu. Jadi BOR sekarang angkanya di bawah 5 persen," kata Darmawan, Jumat (22/10/2011).

Menurutnya, dengan turunnya keterisian ruangan khusus COVID-19, RSUD akan kembali mengubah sejumlah ruangan menjadi kamar rawat umum. "Itu juga sudah dikurangi, dan karena kasusnya turun kita akan alihkan lagi sejumlah ruangan dan kamar untuk pasien umum. Tapi alat tetap disiapkan, jika ada lonjakan kasus lagi," kata Darmawan.

Bupati Cianjur Herman Suherman menuturkan selain RSUD Sayang, dua rumah sakit lainnya juga mengalami penurunan jumlah pasien yang dirawat. Untuk RSUD Cimacan saat ini hanya satu pasien COVID-19 yang dirawat, sedangkan di RSUD pagelaran tidak ada.

"Untuk yang dua RSUD BOR-nya rendah. Bahkan yang Pagelaran nihil pasien COVID-19," ujarnya.

Menurut Herman, selain BOR RSUD, angka kasus COVID-19 di Cianjur juga sudah rendah, tercatat per hari ini, dari total 10.856 kasus, sebanyak 10.678 pasien sudah sembuh. "Hanya ada 18 pasien yang positif dan kebanyakan isolasi mandiri," kata Herman.

Dia berharap kasus COVID-19 terus menurun agar ekonomi bisa kembali bangkit. "Kita sama-sama berharap COVID-19 ini selesai, sehingga semua bisa berjalan normal dan ekonomi bangkit lagi," ucap Herman.

Lihat juga video 'Satgas Ungkap Pola Kenaikan Covid-19 RI Berbeda dengan Negara Lain!':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)