Tanah Retak di Purabaya Sukabumi, Warga Was-was Bukit Cigulusur Longsor

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 15:22 WIB
Retakan tanah di Sukabumi
Foto: Retakan tanah di Sukabumi (Istimewa).
Sukabumi -

Tanda-tanda retakan tanah di Kampung Cigulusur, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi yang membuat 22 warga mengungsi sebenarnya sudah dirasakan sejak 2016 silam. Saat itu muncul retakan di puncak Bukit Cigulusur.

Dua tahun setelah itu atau di tahun 2018, retakan mulai memanjang merambah ke pemukiman. Hingga saat ini ukuran retakan semakin melebar dan bercabang hingga ke pemukiman warga.

"Retakan pernah terjadi pada tahun 2016 tepatnya di atas Bukit Cigulusur, 2 tahun kemudian ada retakan sampai ke pemukiman warga ke bawah. Nah sekarang terjadi lagi, malahan retakan semakin agak besar. Hari Minggu saya cek lokasi baru sebesar lidi, sekarang lebarnya sudah 3 sentimeter," kata Yanto Prayitno petugas P2BK Purabaya kepada detikcom, Jumat (22/10/2021).

Yanto menuturkan bahwa saat ini warga dihantui kekhawatiran longsornya Bukit Cigulusur yang dekat dengan pemukiman warga. Bukit setinggi 100 meter itu saat ini ditanami padi dan perkebunan warga.

"Yang dikhawatirkan adanya longsoran dari Bukit Cigulusur tingginya sekitar 100 meter, mengancam 25 KK. Saat ini kan yang terkena dampak retakan ada 7 KK, warga waswas kalau bukit longsor. Kalau itu terjadi satu kampung sini yang terdampak," jelas Yanto.

Soal retakan yang memanjang dari bukit Cigulusur, Yanto menduga disebabkan adanya aliran air bawah tanah yang menggerus tanah hingga ke permukaan. Retakan itu memanjang hingga 'membelah' lantai rumah warga.

'Retakannya bercabang-cabang, kayaknya tergerus aliran air bawah tanah ditambah dari atas ada tekanan. Air menggerus tanah, diduga dari aliran air bawah tanah itu yang menyebabkan retakan di atasnya," tutur Yanto.

Diberitakan sebelumnya, bencana retakan tanah kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 22 jiwa dari 7 Kepala Keluarga (KK), warga Kampung Cigulusur, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya terpaksa mengungsi.

Hingga saat ini, proses evakuasi barang-barang milik warga masih dilakukan. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), BPPB Kabupaten Sukabumi yang berada di lokasi membantu proses evakuasi sekaligus memonitor kondisi retakan tanah tersebut.

"Jumlah warga yang terdampak langsung retakan sebanyak 7 KK berjumlah 22 jiwa. BPBD sendiri saat ini telah memasang tenda darurat karena rumah-rumah yang ditinggalkan warga tidak mungkin bisa dihuni lagi," kata Yanto Prayitno, petugas P2BK Purabaya kepada detikcom, Jumat (22/10/2021).

(sya/mso)