Ini Dugaan Penyebab Belasan Guru-Siswa di Bandung Terpapar Corona

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 13:30 WIB
Zona Merah Corona Jawa Barat Ada Di Mana Saja? Ini Sebarannya
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/birojabar)
Bandung -

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menanggapi soal belasan guru dan siswa di Bandung terpapar COVID-19. Menurut dia, kemungkinan mereka terpapar bukan di area sekolah.

Yana awalnya mengatakan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Kota Bandung dibuka sesuai regulasi. Bahkan setiap sekolah dilakukan verifikasi sebanyak dua tahap dengan hasil sekitar 2.000an sekolah mulai memberlakukan PTMT tersebut.

"Jadi 2000 sekolah itu kita 10 persen harus random acak PCR. Kalau hasil di satu locus di bawah 1 persen itu hanya di tracing kelas. Kalau hasil 1-5 persen tracing satu sekolah. Tapi kalau hasil di atas 5 persen, sekolah itu saja yang di tutup, nggak 2 ribu-nya," ucap Yana di Balai Kota Bandung, Jumat (22/10/2021).

Yana meyakini protokol kesehatan yang diberlakukan di tiap sekolah sudah sangat ketat. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya sekolah yang sudah lolos verifikasi.

Sehingga, sambung dia, besar kemungkinan belasan siswa dan guru tersebut terpapar bukan di sekolah.

"Saya juga yakin prokesnya sekolah sudah luar biasa tapi kan ada proses dari rumah perjalanan. Kita juga melarang nggak boleh ada kantin di sekolah buka, tapi yang saya lihat di SD ada PKL, pedagang makanan dan berkerumun juga, potensi itu yang mungkin," tutur dia.

"Karena kita nggak tahu mungkin saja, kalau di sekolah saya yakin prokesnya. Hasilnya kemarin 14 itu dari berbagai sekolah," kata dia menambahkan.

Disinggung soal ada tidaknya evaluasi PTMT di Bandung menyusul belasan orang terpapar, Yana justru menyoroti soal perjalanan dari rumah ke sekolah.

"Saya minta evaluasi dari rumah mungkin, di angkutan umum, di perjalanan. Kalau sekolah saya yakin baik," katanya.

Seperti diketahui, Belasan siswa dan guru di Kota Bandung positif terpapar COVID-19. Hal itu diketahui setelah Dinkes Kota Bandung menggelar test PCR secara acak ke sejumlah sekolah yang menggelar PTM.

"Kita sudah lakukan 1.578 tes kepada warga sekolah, siswa dan guru. Yang sudah keluar hasil 348 orang, ternyata hasil dari 348 yang positif 14 orang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rosye Arosdiani di Balai Kota Bandung, Selasa (19/10/2021).

Rosye tak menyebut secara rinci jumlah guru dan siswa dari 14 orang yang positif itu berasal dari sekolah mana. Namun menurutnya jumlah itu tersebar di beberapa sekolah.

"Tersebar di beberapa sekolah, kita tindaklanjuti sekolah mana saja yang ada yang positif, kita lakukan 3T dan tentunya yang masuk kontak erat kita lakukan pemeriksaan," ucap Rosye.

(dir/bbn)