6 TNI AL yang Aniaya Warga Purwakarta hingga Tewas Dituntut 10 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 12:56 WIB
Judge In Gloves To Protect From Coronavirus Writing On Paper
Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov
Bandung -

Enam oknum Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) yang menganiaya warga Purwakarta FM (40) hingga tewas dituntut 10 tahun penjara. Hasil tuntutan tersebut membuat keluarga korban kecewa.

Tuntutan dibacakan oleh Oditurat Militer Bandung dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Militer (Dilmil) Bandung pada Kamis (21/10) malam. Oditurat menyatakan enam terdakwa oknum TNI AL itu bersalah sesuai Pasal 338 KUHPidana. Selain hukuman penjara 10 tahun, para oknum TNI AL itupun dihukum pemecatan.

"Setelah Oditur menuntut 10 tahun penjara dan dipecat dari dinas kesatuan TNI Angkatan Laut, jujur saya katakan, saya pribadi sebagai orang tua dari almarhum maupun keluarga langsung berontak karena tuntutan tersebut menurut kami kurang berkeadilan," ucap Jonisah Pandapotan Manalu kepada wartawan di Jalan Bekatonik, Kota Bandung, Jumat (22/10/2021).

Joni menyoroti pasal yang digunakan Oditur Militer saat menuntut enam terdakwa. Menurut Joni, pasal seharusnya para terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana bukan Pasal 338 KUHPidana.

"Karena primer dakwaannya di (Pasal) 340 Jo (Pasal) 338 dan yang kami tahu, kalau di (Pasal) 338 berarti terjadi penganiayaan spontan, atau di salah satu tempat. Sementara anak kami dijemput dari tempat usahanya menggunakan mobil. Jadi menurut kami sangat terpenuhi di (Pasal) 340-nya. Nah sementara dituntut kemarin pasal pokok 338 dituntut hanya 10 tahun penjara," tutur dia.

Pihaknya berharap agar majelis hakim dalam agenda putusan nanti yang rencananya dibacakan pada 1 November 2021, membuat putusan yang adil. Dia meminta agar majelis hakim menjatuhkan putusan di atas tuntutan.

"Kami berharap kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini agar memberikan putusan lebih berkeadilan atau di atas hukuman yang dituntut oleh oditur militer. Mudah-mudahan majelis hakim dapat mengabulkan keinginan kami," ujarnya.

"Kami berharap majelis hakim yang menangani perkara ini di Pengadilan Militer dapat memberikan putusan dibatas tuntutan jaksa 10 tahun harapan kami di putusan maksimal," kata dia menambahkan.

Diketahui, enam oknum anggota Polisi Militer (POM) Angkatan Laut (AL) melakukan penganiayaan terhadap warga sipil diduga pelaku pencurian mobil di Purwakarta, Jawa Barat. Akibatnya, satu orang berinisial FM (40) tewas.

Keenam oknum anggota POM AL itu berinisial MFH, WI, YMA, BS, SMDR, dan MDS. Mereka memang bertugas di POM AL Purwakarta dan sedang melaksanakan kegiatan berkaitan dengan aktivitas atlet dayung.

(dir/ern)