Kejati Jabar Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Gula Rp 50 M PT PG Rajawali II

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 10:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Bandung -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan berkaitan dugaan korupsi gula senilai Rp 50 miliar di PT PG Rajawali II Cirebon. Meski sudah naik status, belum ada tersangka dalam perkara ini.

"Belum. Jadi penyidikan dilakukan untuk menemukan tersangka," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil kepada detikcom, Jumat (22/10/2021).

Kasus ini melibatkan PT PG Rajawali II selaku anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). PT PG Rajawali mengeluarkan Delivery Order (DO) 5.000 ton gula kepada PT Mentari Agung Jaya Usaha yang pembayarannya diduga menggunakan cek kosong.

Kembali ke soal penyidikan. Dodi menambahkan naiknya status penyelidikan ke penyidikan ini juga mempermudah penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar untuk melakukan serangkaian penyidikan.

"Serangkaian penyidikan ini banyak kewenangan yang diberikan. Kita bisa melakukan upaya paksa, kita bisa melakukan penggeeldahan, kita bisa melakukan penyitaan," tuturnya.

"Salah satu tujuan penyidikan untuk mencari tersangka. Nanti apabila tersangka sudah ditemukan, nanti akan kami umumkan kembali siapa tersangka," kata dia menambahkan.

Kasus ini terjadi di akhir tahun 2020. Saat itu, PT PG Rajawali II yang berkantor di Cirebon mengeluarkan Delivery Order (DO) gula ke PT Mentari Agung Jaya Usaha.

Dalam praktiknya, PT Mentari Agung Jaya Usaha mengeluarkan tiga lembar cek kosong. PT PG Rajawali II diduga melakukan penyimpangan dengan tidak mengkroscek cek tersebut sehingga tiba-tiba mengeluarkan DO 5.000 ton gula ke PT Mentari Agung Jaya Usaha.

Akibat praktik ini, negara dirugikan sebesar Rp 50 miliar. Jumlah tersebut sesuai dengan audit atau penghitungan yang dilakukan Kejati Jabar.

(dir/ern)