Pakai Kursi Roda, Korban Pinjol Sleman Cerita Dituduh Bandar Narkoba

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 15:32 WIB
Korban pinjol ilegal
Foto: Korban pinjol ilegal (Dony Indra Ramdhan/detikcom).
Bandung -

TM (39), warga Bandung korban pinjaman online (pinjol) ilegal Sleman kembali berbicara soal pengalamannya diteror debt collector online. TM bahkan pernah difitnah sebagai bandar narkoba saat diteror.

Menggunakan kursi roda, TM datang bersama kuasa hukumnya Heri Wijaya ke Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (21/10/2021). Dia menceritakan dampak yang dia alami akibat diteror pinjol ilegal.

"Efek dari kejadian ini secara fisik, psikis dan mental benar-benar jatuh sampai masuk RS. Semua terjadi karena teror dan makian dari pelaku," ucap TM.

Suaranya bergetar saat menceritakan pengalaman pahitnya itu. Tekanan terbesar baginya justru muncul saat pelaku meneror juga keluarga dan rekan-rekannya.

"Ini otomatis mental saya jatuh. Karena menyebarkan foto diri saya, cacian dan makian ke keluarga besar dan ke rekan-rekan," kata dia.

TM juga menceritakan awal mulanya terjerat pinjol ilegal ini. Awalnya, dia memang meminjam pada satu aplikasi namun hal itu menjadi petaka saat sudah lunas, uang kembali masuk dan menjadi pinjaman padahal tak ada persetujuan dari TM.

Singkat cerita TM ada kesulitan membayar. Namun, satu hari usai jatuh tempo, dia membayar tapi mulai mendapatkan teror.

"Bentuk ancamannya ini berupa chat yang isinya kurang lebih saya dibilang bandar narkoba, maling uang perusahaan, DPO polisi bahkan sampai dikata-katai binatang," tutur dia.

TM akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. Penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol A Prasetya bergerak dan membongkar perusahaan itu.

"Secara pribadi kami mengucapkan terima kasih yang besar ke kepolisian Republik Indonesia ke Ditreskrimsus. Berkat yang dilakukan ini sehingga secara psikis dan mental klien kami berangsur membaik. Yang tadinya bertemu orang takut, susah sosialisasi bahkan ini luar biasa bisa speak up ini berkat rekan di kepolisian," kata Heri Wijaya kuasa hukumnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menggerebek kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal. Sebanyak 86 orang debt collector diringkus.

Perusahaan pinjol ilegal yang digerebek Polda Jabar berada di sebuah ruko lantai 3 Jalan Prof Herman Yohanes, Sami rono, Caturnunggal, Kecamatan Depok, Kota Yogyakarta, DIY. Polisi menggerebek tempat tersebut pada Kamis (14/10/2021).

Total ada delapan tersangka yakni RSS direktur perusahaan, GT menjabat sebagai asisten manajer, AZ sebagai HRD, RS sebagai HRD, MZ sebagai IT support, EA team leader desk collection, EM sebagai team leader desk collection dan AB sebagai desk collection atau debt collector online.

Simak video 'Kisah Korban Terjerat Pinjol: Tidur Nggak Tenang-Diteror Konten Porno':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)