Respons Disdik Karawang soal Pelajar Mabuk Air Rebusan Pembalut

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 11:36 WIB
poster
Ilustrasi orang mabuk (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Karawang -

Rebusan air pembalut untuk mabuk menjadi favorit pelajar di Karawang. Temuan itu diungkapkan BNN Karawang. Ulah pelajar mabuk air rebusan pembalut itu disorot Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang.

Kepala Disdikpora Asep Junaedi menuturkan pihaknya telah membuat perjanjian integritas dengan seluruh kepala sekolah. Isinya kesepakatannya antara lain mencegah tawuran, peredaran narkoba dan tindakan kriminal pelajar.

"Sudah kami buat pakta integritas. Bila mana ada sekolah yang pelajarnya melakukan tawuran atau semacamnya, seperti tadi yang ditanyakan soal meminum atau menjual rebusan air pembalut, sanksi berupa teguran tertulis, pemberhentian dan pemutusan sekolah akan diterapkan," kata Asep saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (21/10/2021).

Selain itu, Disdikpora Karawang telah bekerja sama dengan TNI-Polri untuk pembinaan para pelajar. "Kemarin sudah kami lakukan juga penataran dan pembinaan kepada pelajar yang ikut tawuran pelajar dan balap liar," katanya.

Komitmen kesepakatan dengan kepala sekolah di Karawang ini sudah berlangsung sejak Januari 2020. Asep berharap dalam kesepakatan tersebut pihak sekolah lebih berperan aktif mengawasi anak didik.

"Saya sudah selalu ingatkan kepada seluruh pihak sekolah untuk berperan aktif dalam pengawasan tingkah laku pelajar di sekolah," ucap Asep.

BNN mengungkapkan air rebusan pembalut menjadi favorit para pemabuk dari kalangan pelajar di Karawang. Hal tersebut disampaikan Kepala BNN Karawang Dea Rhinofa.

"Dari kasus narkotik yang beredar di kalangan pelajar di Karawang, bukan hanya obat-obatan seperti excimer dan tramadol. Tapi juga air rebusan pembalut jadi favorit minuman bagi pemabuk dari kalangan pelajar," kata Dea di Plasa Pemkab Karawang, Kamis (14/10).

(bbn/bbn)