Jabar Hari Ini: Heboh Jembatan 'Siluman'-Peran 7 Tersangka Pinjol Ilegal

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 22:15 WIB
Jembatan Leuwi Dahu di Kampung Cibitung, Kabupaten Cianjur, bikin warga bingung karena tidak punya jalan penghubung. Warga pun menjulukinya jembatan siluman.
Jembatan 'siluman' di Cianjur (Foto: Ismet Selamet)

Heboh Fosil di Waduk Saguling, Begini Hasil Penelitian Tim ITB

Tim peneliti ITB ikut meneliti temuan fosil atau sisa tulang belulang di area Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Peneliti ITB memastikan bila temuan tersebut merupakan fosil hewan purba.

Penelitian itu dilakukan oleh tim dari Prodi Teknik Geologi ITB yang dipimpin oleh Mika Rizki Puspaningrun dari Paleontologi dan Geologi Kuarter Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB). Survei dilakukan pada dua hari berbeda yaitu Minggu 10 Oktober dan Jumat, 15 Oktober 2021.

Selama kegiatan survei, tim melakukan pengamatan di 17 titik di sepanjang Pulau Sirtwo. Tim berhasil memverifikasi bahwa tulang yang ditemukan pada batuan di sepanjang pulau merupakan fosil, bukan hewan yang sifatnya modern atau kontemporer atau hari ini.

"Fosil-fosil yang ditemukan di permukaan dan juga yang telah terekspos kemudian diangkat dan disimpan oleh pihak yang berwenang di lokasi. Berdasarkan temuan tersebut, tim berhasil mengidentifikasi fosil-fosil yang telah dikumpulkan. Adapun, fosil-fosil yang ditemukan berasal dari kelompok Bovidae (sapi, kerbau dan banteng), Cervidae (kelompok rusa) dan Elepha maximus (gajah)," ujar Mika berdasarkan keterangan resmi yang diterima, hari ini.

Dia menuturkan penemuan fosil tersebut bermula saat warga lokal mengembangkan objek wisata di Pulau Sirtwo atau pulau-pulau sekitar Waduk Saguling. Dulunya, pulau itu dimanfaatkan warga sekitar untuk menambang pasir.

Wisata ke area itu sudah dilakukan beberapa kali. Namun terbatas hanya menyusuri melalui perahu, foto-foto pinggir danau dan ke menara Sirtwo.

"Sambil mengeksplorasi pulau, Pak Rizky (penggiat Pemandu Geowisata Indonesia) mendapatkan laporan dari warga sekitar yang bernama Pak Jahidin mengenai batuan yang seperti tulang. Kemudian beliau mengecek ke lapangan, lalu mengambil beberapa foto. Foto tersebut disampaikan kepada salah satu anggota tim, yang kemudian berinisiatif untuk mengecek lokasi tersebut untuk melakukan verifikasi temuan warga," tutur Mika.

Atas temuan tersebut tim akan melakukan penelitian lebih mendalam. Tim juga melakukan ekskavasi terhadap tulang kaki depan gajah yang telah terbuka dan mengalami kerusakan cukup parah.

Karena itu, tim berinisiatif untuk melindungi fosil dengan cara membungkus menggunakan gips untuk diangkat dan diteliti lebih jauh. "Selain paleontologi, tim juga akan mengembangkan penelitian pada aspek geologi secara menyeluruh, meliputi kajian stratigrafi, umur dan lingkungan purba," kata Mika.

Jahidin (43), warga Kampung Suramanggala, RT 1 RW 1, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menemukan fosil tulang hewan purba, beberapa waktu lalu.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan tersebut menemukan fosil tulang itu di sebuah gundukan tanah menyerupai pulau di tengah Waduk Saguling yang sedang menyusut debit airnya saat sedang mencari ikan. "Kebetulan saat itu saya sedang menjala ikan, karena memang pekerjaan sehari-hari. Saya juga sering ke pulau ini, kemudian saya lihat ada gundukan benda seperti tulang," ungkap Jahidin saat dihubungi, Kamis (7/10).

Lantaran awam dengan benda tersebut, ia lantas melaporkan temuan itu pada salah seorang pengelola wisata di perairan Waduk Saguling. Setelah diperiksa bersama-sama tulang yang ditemukan itu cenderung menyerupai tulang hewan yang telah lama mati.

"Ada beberapa bagian, seperti bagian paha, bagian kepala, sama gigi. Titikditemukannya itu terpisah jadi enggakmenggunduk. Jumlahnya mungkin ada 20 buah tulang," ucapJahidin.