Korban Pinjol Ilegal di Bandung, Pinjam Rp 3 Juta Harus Bayar Rp 48 Juta!

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 15:56 WIB
Pinjam Online Abal-abal
(Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)

Hal lain yang membuatnya depresi adalah ancaman dari penagih pinjol tersebut, ia pun telah berusaha membicarakan baik-baik dengan provider pinjol tersebut khususnya masalah tenor yang di luar kesepakatan, tetapi permintaannya selalu ditolak. Alih-alih mendapatkan keringanan, ia pun diancam data pribadi dan utangnya disebar ke semua kontaknya.

"Saya bayar pokoknya saja, kalau denda sampai 160 hari ini ya tadi sampai Rp 48 juta. Ancaman ada lewat telepon, saya sudah ngobrol baik-baik minta tenor diperpanjang, pihak aplikasi menegaskan tidak bisa, saya merasa terjebak. Kirain menolong kita di kala pandemi untuk sehari-hari, tapi malah menjerat," ujar Thomas.

Sampai saat ini, Thomas pun belum bisa membayar bunga dari utangnya tersebut. Namun, di tengah keterjepitannya itu Polda Jabar membawa kabar baik dengan membongkar praktek pinjol ilegal, termasuk pinjol yang digunakan oleh Thomas.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat membongkar perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang berkantor di Yogyakarta. Perusahaan ini menjalankan 23 aplikasi pinjol ilegal yang tak terdaftar di OJK.

"Ada 23 aplikasi pinjaman online ilegal. Ini tidak terdaftar di OJK dan lintas daerah," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rahman, Kamis (14/10/2021).

Perusahaan tersebut terungkap usai Polda Jabar melakukan penggerebekan. Bekerja sama dengan Ditreskrimsus Polda DIY, penggerebekan dilakukan di sebuah ruko tiga lantai.

Arief menambahkan dari 23 aplikasi pinjol yang dijalankan perusahaan tersebut, hanya satu di antaranya yang terdaftar di OJK. Aplikasi pinjol yang terdaftar di OJK bernama Onehope. Sementara sisanya tidak terdaftar.

"Satu aplikasi terdaftar dalam OJK yaitu onehope," kata dia.


(yum/mud)