Cerita Ortu Tahu Anaknya Jadi Korban Susur Sungai Saat Kunjungi Ponpes

Dadang Hermansyah - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 11:29 WIB
Cerita ortu sempat datangi ponpes saat kejadian siswa tewas tenggelam
Cerita ortu sempat datangi ponpes saat kejadian siswa tewas tenggelam (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Chandra Ryzkie Hernawan (12) jadi salah satu dari 11 siswa MTs Harapan Baru yang jadi korban susur sungai maut di Sungai Cileueur, Ciamis. Sore hari saat kejadian insiden tenggelam, Dede Rohendi, ayahanda korban sempat datang ke Pesantren Cijantung (lokasi MTs) untuk mengantarkan obat gatal.

"Saya waktu kejadian ke sana. Saat itu saya mau ngasih obat karena anak saya sakit gatal. Kayaknya kalau saya gak ke sana gak ada yang ngasih tau," ujar Dede di Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Minggu (17/10/2021).

Pada Jumat ( 15/10/2021) sore, ia meminta izin untuk bertemu anaknya karena akan mengantarkan obat gatal. Ternyata di sekolah itu ada kegiatan. Dede pun bertanya kepada siswa di sana ternyata mendengar kabar ada tragedi tenggelam saat kegiatan Susur sungai.

"Katanya kegiatan Susur Sungai kelas 7. Lalu saya tanya kenal sama Candra (anak Dede) masuk yang tenggelam atau tidak. Ternyata ada temannya yang bilang termasuk yang tenggelam," ujarnya.

Dede pun sempat mencari korban ke poskes sekolah dan di kobong pondok pesantren namun tidak menemukannya.

Ia pun sempat bertanya ke petugas tim SAR yang ada di sekitar MTs sedang mengecek data siswa. Namun anaknya belum ditemukan.

"Waktu itu saya pulang, cerita ke orang rumah semua nangis," ungkapnya.

Keluarga pun mendapat kabar anaknya ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Kemudian memastikannya di lokasi kejadian. Setelah dipastikan lalu dibawa ke RSUD Ciamis oleh petugas.

"Saya pulang mempersiapkan pemakaman. Saya delegasi kerabat untuk mengambil jenazah, mah dipulasara di sini, memandikan terakhir. Semua prosedur saya ikuti. Setelah itu dimakamkan," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa MTs tenggelam di Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 15.30 WIB. Total ada 11 siswa meninggal

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memantau langsung pencarian para korban tenggelam. Dia mengonfirmasi dengan pihak sekolah berkaitan jumlah siswa yang ikut kegiatan dan yang tenggelam.

"Walaupun baru sementara, dari 150 peserta yang mengikuti kegiatan, yang kembali ada 139 siswa ke sekolah. Tidak kembali kena musibah atau meninggal dunia sebelas orang. Yakni delapan lelaki dan tiga perempuan," ujar Herdiat di RSUD Ciamis, Jumat (15/10).

(mud/mud)