Mentap! Startup Perikanan Made In Bandung Jajal User Luar Negeri

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 16:09 WIB
Startup perikanan asala Bandung mulai rambah luar negeri
Startup perikanan asala Bandung mulai rambah luar negeri (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Setelah delapan tahun eksis di dalam negeri mengembangkan teknologi akuakultur, kini eFishery mulai merambah ke luar negeri. Diharapkan kesuksesan di dalam negeri dapat menular ke negara lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Co-founder dan Chief of Staff eFishery Chrisna Aditya. Ia menuturkan, di tahun 2021 ada dua negara yang sudah diujicoba oleh perusahaan rintisan asal Bandung tersebut.

"Kita tahun ini sudah ekspansi ke Thailand dan Vietnam. Tahun depan dua negara baru lagi," ujar Chrisna saat berbincang di kantor eFishery yang berada di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (14/9).

Chrisna menuturkan, tidak banyak perbedaan dalam pengembangan teknologi yang digunakan untuk dipakai di luar negeri. Teknologi yang digunakan merupakan pemberi pakan ikan otomatis yang terkoneksi dengan telpon pintar yakni eFishery Feeder.

Namun, sejumlah pendekatan berbeda dilakukan perusahaan rintisan buatan anak Institusi Teknologi Bandung (ITB) ini. Di mana, pihaknya akan menjalin kerjasama bersama perusahaan lokal yang memiliki fokus di bidang perikanan.

"Strateginya kita lebih coba menggandeng perusahaan lokal yang bisa jadi partner kita. Kemudian edukasi ke petani di sana," ungkapnya.

Tahapan edukasi pun tahapan penting, karena perbedaan bahasa menjadi kesulitan tersendiri. Sama halnya di Indonesia, pendekatan bahasa daerah terbukti memberikan respons bagus dari peternak.

Selain itu, sebuah pilot project diterapkan terlebih dahulu. Apabila pilot project itu berhasil, maka tahapan komersialisasi mulai diterapkan.

"Budidayanya di sana kadang beda. Kita pakai pilot project dulu. Ketika sudah sesuai, mulai tahapan komersial," ungkapnya.

Sekadar diketahui, di dalam negeri, aplikasi eFishery pun sudah dimanfaatkan oleh 18 ribu peternak. Semuanya tersebar di seluruh Indonesia dan didominasi oleh peternak dari Jawa Barat.

Chrisna menuturkan, penggunaan teknologi eFishery Feeder cukup efektif menekan penggunaan pakan sekitar 30 persen. Penggunaan teknologi pun merubah kebiasaan peternak yang biasa menghamburkan pakan tanpa perhitungan yang baik.

"Ngomongin efisiensi bisa sampai 30 persen pemakaian pakan. Secara finansial juga menekan biaya pembelian pakan yang biasa sampai Rp 100 juta, sekarang cuman Rp 80 juta," ungkapnya.

Dirinya pun menargetkan, akan ada satu juta peternak yang bermitra dengan eFishery dan menggunakan teknologi eFishery Feeder dalam tiga tahun ke depan.

"Target tiga tahun ke depan ingin ada 1 juta petani. Untuk Jabar sendiri kita akan penetrasi di Indramayu, Subang dan Bogor," pungkasnya.

(mud/mud)