Gelar Razia, Polisi Sita 850 Botol Miras di Pajampangan Sukabumi

ADVERTISEMENT

Gelar Razia, Polisi Sita 850 Botol Miras di Pajampangan Sukabumi

Yuda Febrian Silitonga, Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 18:45 WIB
Razia miras di Sukabumi
Foto: Razia miras di Sukabumi (Istimewa).
Sukabumi -

Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi melakukan operasi cipta kondisi menekan angka kriminalitas yang disebabkan oleh minuman keras di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi.

Dalam operasi tersebut sedikitnya 850 botol minuman keras berbagai merk diamankan petugas. untuk penjual sendiri akan dikenakan tindak pidana ringan dengan ancaman 5 bulan kurungan penjara.

"Kami menyisir para penjual miras di wilayah Mina Jaya hingga pesisir Ujung Genteng, total ada 850 botol yang kami amankan. Bagian dari operasi cipta kondisi menekan angka kriminalitas yang disebabkan oleh minuman keras," kata Kasat Narkoba Polres Sukabumi, AKP Kusmawan kepada detikcom, Rabu (13/10/2021).

Kumawan mengatakan, pihaknya juga melakukan operasi berdasar pada Perda Kabupaten Sukabumi yang memberlakukan zero minuman beralkohol.

"Operasi cipta kondisi ini arahan pimpinan bapak Kapolres Sukabumi (AKBP Dedy Darmawansyah) juga bagian dari peraturan daerah Kabupaten Sukabumi tentang nol persen minuman beralkohol sasarannya warung-warung dan cafe karaoke sepanjang pesisir pantai yang berada di dua titik, yaitu Pantai Minajaya dan pantai Ujunggenteng," jelas Kusmawan.

Tidak ada perlawanan berarti dari para penjual miras tersebut, mereka pasrah saat botol minuman keras yang mereka jual diangkut polisi. Rencananya miras tersebut akan dibawa ke Mapolres Sukabumi dan para penjual akan menjalani wajib lapor selama satu minggu.

"Berbagai macam minuman keras yang kami amankan ini akan di bawa ke Mapolres Sukabumi, untuk selanjutnya akan kami musnahkan dan untuk para penjual diwajibkan lapor karena terkena sanksi tindak pidana ringan dengan wajib lapor," kata Kusmawan.

"Dalam Perda sanksinya ada dalam Perda No 7 Tahun 2015 ayat 2 sebagai penjual sanksinya 5 bulan kurungan," ucap dia.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT