Harga Cabai Merah Keriting di Pandeglang Makin Pedas, Tembus Rp 40 Ribu/Kg

ADVERTISEMENT

Harga Cabai Merah Keriting di Pandeglang Makin Pedas, Tembus Rp 40 Ribu/Kg

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 15:50 WIB
Harga cabai kriting di Pandeglang capai Rp 40 ribu/Kg
Foto: Harga cabai kriting di Pandeglang capai Rp 40 ribu/Kg (Rifat Alhamidi/detikcom).
Pandeglang -

Harga komoditi cabai merah kriting di Pasar Badak Pandeglang, Banten mulai mengalami kenaikan drastis. Kenaikan terjadi bahkan hampir empat kali lipat dari harga awal.

Pantauan di lapangan, harga cabai merah keriting yang awalnya dijual dengan harga Rp 12 ribu, kini terpaksa dijual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram. Para pedagang pun mengeluhkan naiknya harga komiditi ini yang sudah terjadi selama sepekan.

"Udah seminggu naiknya, ini banyak yang ngeluh, kang. Tapi mau gimana lagi, kita jualnya juga pas-pasan," kata Aas, seorang pedagang di Pasar Badak Pandeglang, Banten, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, kenaikan bahan pokok dapur itu dipengaruhi pasokan cabai yang mulai langka di lapangan. Pasalnya bukan hanya cabai, komiditi lainnya juga mengalami kenaikan sejak sepekan yang lalu.

"Biasanya gitu, di Pandeglang kan kurang yah petani bawang dan cabai. Jadi pasokan juga kurang, otomatis pasokan yang dari kota lain yang masuk," ungkapnya.

Beberapa komoditi lain yang mengalami kenaikan di antaranya bawang merah dari harga Rp 15 ribu kini menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Kemudian bawang putih dari harga Rp 22 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram, tomat dari harga Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu perkilogram hingga cabai rawit dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Untuk tetap bisa mendapat untung, Aas pun terpaksa mengurasi pasokan komiditi pasar tersebut yang ia jual ke konsumennya. Tapi imbasnya, ia tak bisa mendapat omset penjualan saat harga-harga komiditi ini tak mengalami lonjakan.

"Saya tetap layanin kalau ada yang beli berapa aja, kasihan soalnya. Paling begitu disiasatinnya, beli bahan-bahan yang masih murah," ucapnya.

Pedagang lainnya, Rohim, juga ikut mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditi tersebut. Selain mengalami penurunan omset, ia mengaku barang dagangannya banyak yang membusuk lantaran menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga ini.

"Biasanya sehari habis 10 kilogram, kalau sekarang susah, 10 kilogram itu paling habis 3 hari. Barang kan jadi busuk, pembeli susah juga, paling ada yang beli seperempat," katanya.

Ia pun berharap harga komiditi tersebut bisa segera normal kembali. "Ya pengennya normal lagi harganya, biar kita jualnya enak terus yang belinya juga enggak pada kabur," ujarnya.

(mso/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT