Umroh Mau Dibuka, Asphurindo Ungkap Kegelisahan Jemaah

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 16:53 WIB
Mecca , Saudi Arabia , Oct/22/2020 - Pilgrims circle the Kaaba at Masjid al-Haram - umrah Fewer Muslims people socially distanced corona virus wearing face mask Covid 19
Ilustrasi (Foto: iStock)
Bandung -

Pemerintah Arab Saudi telah memberikan lampu hijau bagi jemaah umrah asal Indonesia. Kabar itu membawa angin segar sekaligus kegelisahan bagi calon jemaah umroh.

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji, Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) M Iqbal Muhadjir mengatakan, sampai detik ini belum ada informasi pasti dari Kerajaan Arab Saudi dan pemerintah RI mengenai kapan pelaksanaan umroh bisa dilaksanakan.

"Belum bisa umroh baru tahapan diplomatik Indonesia dan Kerajaan Saudi. Tapi insya Allah secepatnya akan segera dibuka. Jemaah pun mulai meminta kepada travel untuk berangkat umroh. Ya kalau menurut saya perkiraan awal November atau awal Desember," ujar Iqbal saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10/2021).

Ia pun menyebut, walau masih belum ada kepastian jadwal keberangkatan, tetapi jemaah sudah mulai menghubungi agen travel perjalanan ke tanah suci.

"Yang sekarang jadi persoalan bagaimana travel ini dikontak sama jemaah sehingga menimbulkan kegelisahan. Jemaah mengira umroh dibuka padahal masih belum. Perlu diketahui juga syarat berangkat umroh itu sangat ketat," ujarnya.

Ia menyebut, vaksin yang bisa diterima di Saudi adalah vaksin seperti Pfizer, Astra Zeneca, Moderna dan Johnson's. Sementara, mayoritas warga Indonesia divaksinasi Sinovac, dan perlu mendapatkan booster bila harus berangkat ke Arab Saudi.

"Booster vaksin masih untuk nakes. Ini yang harus dipahami. Sekarang Kemenag masih melakukan pendataan (untuk booster). Ini yang harus ditekankan, pemerintah harus segera mengeluarkan vaksin booster bagi jemaah umroh," katanya.

"Umroh dibuka, jemaah juga sudah resah ingin berangkat. Kalau dibuka, jemaah belum disuntik booster. Bisa berangkatnya lebih lama lagi, pertama Saudi belum membuka dan kedua kitanya juga belum siap," ucap Iqbal menambahkan.

Opsi lainnya bila jemaah belum disuntik booster, bisa saja berangkat. Tetapi harus menjalani karantina terlebih dahulu kurang lebih lima hari. "Kalau karantina lima hari di sana, kemudian karantina juga saat pulang. Bisa-bisa biaya umrohnya bertambah 30 persen," katanya.

Sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan dan petunjuk teknis, Iqbal mengimbau agar calon jemaah bersabar. "Kita minta pemerintah menyiapkan vaksin booster, agar tidak lima hari karantina. Kedua pemerintah juga mengembalikan dana-dana yang tertahan di sana," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi kembali membuka umroh untuk jemaah asal Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Retno mengatakan hal ini melalui pembahasan yang cukup lama pada level Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama. Perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia yang semakin baik juga menjadi catatan.

(yum/mud)