Cerita Warga Cirebon Antre Berjam-jam Demi Cairkan Bantuan

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 16:25 WIB
Warga Cirebon antre cairkan bantuan.
Foto: Sudirman Wamad
Cirebon -

Emah (35) harus mengantre berjam-jam di kantor di kantor bank demi mengurus bantuan pemerintah. Emah tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos).

Emah bergegas meninggalkan rumahnya sekitar pukul 05.30 WIB, sebelum petang menghilang. Rumah Emah berada di Desa Astapada, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Jarak rumahnya menuju kantor cabang utama BNI Cirebon sekitar 11 kilometer. Sekitar pukul 06.20 WIB, Emah tiba di lokasi.

"Harus berangkat karena takut tidak kebagian antrean. Dapat nomor 24," kata Emah saat berbincang dengan detikcom, Selasa (12/10/2021).

Emah mendapatkan antrean 24 untuk mengambil nomor antrean pelayanan. Hingga pukul 12.30 WIB, Emah masih mengantre. Di sisi lain, Emah merasa gelisah sebab ia harus meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh harian, yakni asisten rumah tangga (ART).

"Sehari dibayar Rp 50 ribu. Karena mengurus ini ya tidak ada pemasukan. Suami saya kuli bangunan," kata Emah.

Emah terdaftar sebagai KPM sejak Juli lalu. Tahun ini merupakan kali pertamanya ia mendapatkan bantuan dari Kemensos. Namun, saat ia cek isi saldo ATM yang ia dapatkan kosong. Ia perlu mengaktivasi terlebih dahulu.

"Katanya dapat Rp 250 ribu, ya buat anak sekolah. Ini buat tiga bulan," kata Emah.

Anaknya saat ini tengah menempuh pendidikan di sekolah dasar (SD). Bantuan dari pemerintah itu rencananya digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah. "Ya disyukuri saja cukup atau tidaknya," kata Emah.

Ia juga berharap pelayanan pencarian bantuan lebih dipermudah. "Di tempat lain bisa, cuma lebih sedikit karena dibatasi. Jadi harus ke sini. Semoga saja ke depan lebih cepat," kata Emah.

Keluhan yang sama juga dirasakan Kalimah, KPM PKH asal Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Kalimah mengaku kehilangan kartu ATM sehingga harus mengurusnya. Berbeda dengan Emah, Kalimah mengaku tak mendapatkan antrean.

"Sya sudah empat kali datang ke sini. Tapi selalu kehabisan nomor antrean. Sekarang kelima kali, kehabisan juga. Padahal saya datang jam 8.00 WIB. Pernah juga datang jam 7.00 WIB, juga sudah habis," kata Kalimah.

Kalimah mengatakan pelayanan di bank dibatasi karena menerapkan protokol kesehatan (prokes). "Ya nanti ke sini lagi," kata Kalimah.