Dalih Menjaga Bus Wisata di Balik Getok Tarif Parkir Rp 150 Ribu di Lembang

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 08:32 WIB
Getok tarif parkir hingga Rp 150 ribu di Lembang.
Foto: Getok tarif parkir hingga Rp 150 ribu di Lembang, Bandung Barat (Tangkapan layar video viral).
Bandung Barat -

Ulah tiga oknum warga mencoreng nama baik sektor pariwisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang melakukan aksi getok tarif parkir terhadap rombongan wisatawan dari luar daerah.

Aksi getok tarif parkir yang dilakukan KA (29), MJ (23), dan YC (41) itu kemudian viral di media sosial. Dalam keterangannya, rombongan wisatawan asal luar daerah yang baru selesai berwisata diminta membayar parkir bus seharga Rp 150 ribu.

Ketiganya kemudian diamankan pihak kepolisian pada hari Minggu (10/10) sebagai langkah menindaklanjuti viralnya video getok tarif parkir tersebut.

Kepada pihak kepolisian ketiganya mengaku mematok tarif parkir begitu mahal itu lantaran telah menjaga dua bus yang digunakan oleh rombongan wisatawan tersebut.

"Langkah yang kami lakukan adalah meminta keterangan pada tiga orang tersebut. Pertimbangan mereka katanya menjaga bus yang parkir di situ, sehingga (bus) ditarif Rp 150 ribu," ujar Kanit Reskrim Polsek Lembang Ipda Yana Suryana kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Berdasarkan keterangan ketiga pelaku itu juga, biasanya tarif parkir yang dibebankan pada wisatawan berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Sementara pada saat kejadian getok tarif parkir Rp 150 ribu itu, mereka mengaku baru melakukannya terhadap dua bus tersebut. Mereka juga mengaku tak ada pihak lain yang terlibat.

"Kita sempat tanya juga, biasanya tarif parkirnya berapa. Kata mereka biasanya Rp 15 ribu setiap kendaraan terutama mobil. Tapi kadang ada wisatawan yang kasihan jadi dikasih lebih," ucap Yana.

"Kalau untuk sebelum-sebelumnya kita belum dalami, jadi kita fokus dulu pada kejadian yang viral. Hari itu, baru dua bus yang diminta bayar parkir mahal. Mereka juga hanya bertiga saja, enggak ada orang lain," kaya Yana menambahkan.

Yana menjelaskan peristiwa itu bermula ketika dua bus yang mengangkut wisatawan dari Lamongan hendak berwisata ke salah satu objek wisata di Lembang. Lantaran parkir objek wisata sudah penuh mereka diarahkan mencari parkir di lokasi lain.

"Ada dua bus masuk area parkir wisata tapi penuh kemudian ada yang menggiring ke lahan kosong tempat parkir liar oleh warga dan parkir lah di sana," tutur Yana.

Saat hendak pulang pihak travel yang membawa rombongan tersebut kaget tatkala ditagih tarif parkir sebesar Rp 150 ribu padahal biasanya tak pernah semahal itu.

"Sempat ada tawar-menawar antara pengelola parkir sama pihak travel. Tapi travel akhirnya menyerah dan membayar uang parkir Rp 150 ribu per bus," ucap Yana.

Namun kasus tersebut tidak berlanjut setelah adanya proses mediasi yang dilakukan antara petugas parkir tersebut dengan perwakilan bus. Ketiganya sudah dikembalikan kepada keluarganya dan hanya diberikan sanksi peringatan agar tak mengulangi perbuatan serupa.

"Alhamdulillah pihak dari bus dan petugas parkir sudah datang dan membuat pernyataan selesai secara kekeluargaan. Kami sudah dapat surat pernyataan bersama. Jadi kita berikan peringatan dan akan dilakukan pembinaan," ujar Yana.

(mso/mso)