Round-Up

Geger Siswa SMP di Bandung Dirundung Teman Sebaya Gegara Stiker WA

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 07:39 WIB
Ilustrasi kekerasan
Foto: Ilustrasi (iStock).
Bandung -

Siswi SMP di Bandung menjadi korban perundungan rekan sesama pelajar. Aksi perundungan yang berujung diselesaikan kekeluargaan itu sempat viral di media sosial (medsos).

Dalam video berdurasi 30 detik yang dilihat pada Senin (11/10/2021), terlihat seseorang mengenakan celana rok SMP dengan kerudung hitam tertidur di tanah. Pelajar SMP itu terlihat tengah menahan sakit.

Di sisi lain, ada orang lain diduga pria tengah berdiri dan berbicara sambil merekam. Beberapa kali lelaki itu menendang dan memukul korban yang tengah tertidur itu

"Nantangin aku, bilangnya jago berantem, emang aku ini lawannya cewek, aku nggak mandang laki nggak mandang cewek loh. Pengen lihat ditendang, nih ditendang nih, dipukul," ucap lelaki itu dalam video.

Informasi dihimpun, insiden tersebut melibatkan sesama pelajar. Kejadian itu terjadi di kawasan Sarijadi, Kota Bandung. Kapolsek Sukasari Kompol Darmawan membenarkan adanya insiden tersebut.

"Ada satu kejadian perundungan, korban dan pelaku ini masih di bawah umur. Kejadiannya pada 4 Oktober 2021, di Sarimanah, Sarijadi. Korban sama pelaku ini teman bermain," ucap Darmawan kepada wartawan.

Darmawan menjelaskan aksi perundungan itu dipicu persoalan sepele. Korban salah mengirimkan stiker WhatsApp yang dianggap pelaku berupa tantangan.

"Kronologisnya itu saat korban HA salah kirim sticker di WhatsApp kepada pelaku HL di dalam stiker itu ada emoji mengepal tangan dan direspons oleh pelaku sebagai tantangan," ucap dia.

Darmawan mengatakan usai salah kirim sticker tersebut, keduanya bertemu di kawasan Sarijadi. Baik korban maupun pelaku diketahui berdomisili bukan di Sarijadi.

Untuk korban berdomisili di Buahbatu sedangkan pelaku di Kopo. Mereka di Sarijadi ikut bersama saudaranya.

"Pada suatu hari, keduanya bertemu di Sarijadi, dan terjadilah suatu tindakan yang kurang bagus. Berikutnya dengan kejadian itu, pelaku meviralkan," kata dia.

Polisi menyebut kasus itu sudah selesai secara kekeluargaan. Kedua keluarga juga sudah saling bertemu.

"Masalah ini diselesaikan secara musyawarah, dipertemukan antara keluarga korban dan pelaku dan sudah dibuat juga surat pernyataannya sebagai bentuk pertanggung jawaban supaya tidak dilakukan lagi di kemudian hari," ujarnya.

Darmawan menuturkan pihaknya juga menjelaskan perkara ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Terlebih korban dan pelaku sama-sama masih di bawah umur.

"Pertama, harus ada rehabilitasi karena masih di bawah umur, pelaku dan korban dijamin keselamatannya, keduanya dikembalikan kepada orang ruanya dalam rangka pembinaan dan pengawasan," tuturnya.

"Dalam program Presisi Kapolri, nomor 12 penerapan restoratif justice, yang mana penyelesaian perkara itu bukan hanya dengan fakta hukum, tapi diciptakan suatu penyelesaian yang bermanfaat dan berkeadilan," kata dia menambahkan.

Lihat juga Video: Terlapor Pelecehan di KPI Pertimbangkan Lapor, Ini Respons Komnas HAM

[Gambas:Video 20detik]




(dir/mso)