Jabar Hari Ini: Tarif Parkir di Lembang Rp 150 Ribu-Iti Jayabaya Pimpin Demokrat Banten

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 21:51 WIB
Getok tarif parkir hingga Rp 150 ribu di Lembang.
Foto: Oknum warga getok tarif parkir Rp 150 ribu (Tangkapan layar video viral).

Emak-emak di Garut Pura-pura Dibegal Rp 1,3 Miliar

Belakangan ini warga Garut dihebohkan kabar seorang emak yang ngaku dibegal dan kehilangan duit Rp 1,3 M. Setelah ditelusuri, ternyata sang ibu bohong.
Kabar mengenai aksi pembegalan yang menimpa seorang ibu inisial IS (31) itu terjadi di Jalan Raya Cisurupan, Jumat (8/10) malam.

Menurut Kasat Reskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi, sang ibu mengaku dibegal tiga orang pria bersenjata tajam.

"Pengakuannya dia kehilangan motor dan uang senilai Rp 1,3 miliar," ujar Dede.

Dede menjelaskan, menurut pengakuan IS, dia kehilangan duit Rp 1,3 miliar. Terdiri dari Rp 1,142 miliar uang yang disimpan di bagasi motor serta sisanya disimpan di tas. "Pengakuannya dia dibuntuti dari kawasan Simpang Cisurupan," katanya.

Sang ibu kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Cisurupan. Petugas kemudian melakukan pendalaman.

Setelah didalami, polisi menduga ada kejanggalan dalam kejadian tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap IS, polisi menyimpulkan bahwa IS berbohong.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan, IS mengaku telah merekayasa kejadian tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku ini berbohong yaitu berpura-pura telah menjadi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal," ungkap Wirdhanto kepada wartawan hari ini.

Berdasarkan pengakuan IS, dia mengaku sengaja merekayasa kejadian itu karena pusing terlilit utang yang banyak.

"Dia sengaja merekayasa dengan alasan terlilit utang. Oleh karena itu, dia merekayasa situasi supaya orang lain termasuk penagih utang iba," kata Wirdhanto.

Berdasarkan pengakuan IS, dia terlilit utang hingga puluhan miliar rupiah. Ada beberapa sumber utang yang melilit IS. "Puluhan miliar. Buat bisnis tapi macet," kata IS saat ditanya Wirdhanto.

Selain mengamankan IS, polisi juga mengamankan seorang pria inisial MM. Dia diketahui merupakan teman lelaki yang membantu IS melakukan rekayasa.

"MM terlibat menyembunyikan motor milik IS. Motor itu tidak dibegal tapi disembunyikan di gudang milik MM," katanya.

IS dan MM kini ditahan di Mako Polres Garut. Mereka dijerat Pasal 220 dan 242KUHP terkait keterangan palsu. "Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," tutupWirdhanto.