Oknum Warga Getok Tarif Parkir di Lembang, Ini Kata Disparbud Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 19:00 WIB
Getok tarif parkir hingga Rp 150 ribu di Lembang.
Oknum warga getok tarif parkir (Foto: Tangkapan layar video viral)
Bandung -

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar) menyayangkan aksi getok tarif parkir yang dilakukan tiga oknum warga di salah satu tempat wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kadisparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan, aksi tersebut bisa memberikan kesan negatif kepada wisatawan, khususnya yang berasal dari luar daerah. Buntutnya, geliat wisata dan ekonomi di daerah tujuan pariwisata bisa berkurang.

"Jika pengalamannya negatif, maka kunjungan juga bisa berkurang. Ini harus kita antisipasi bersama, karena pariwisata ini akan merupakan salah satu sektor yang penting untuk kebangkitan ekonomi di masa pandemi COVID-19," ujar Dedi saat dihubungi, Senin (11/10/2021).

Kejadian di Lembang ini, kata Dedi pernah terjadi di salah satu objek wisata di Jabar Selatan. Ketika itu, objek wisata yang dikelola bersama dengan warga setempat menetapkan tarif tiket yang tinggi berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu kepada wisatawan luar daerah.

"Ketika itu kita panggil pengelola, aparat keamanan desa, masyarakat, karang taruna. Kita tekankan kalau mau jualan di tempat wisata tidak boleh sampai mahal-mahal apalagi sampai malak, kita berikan teguran," ucapnya.

Agar kejadian serupa tak terulang, Dedi mengimbau agar para pengelola objek wisata dan warga yang mengelola tempat parkir di luar area wisata bisa bekerja sama untuk saling mendukung.

Di luar itu, Dedi mengatakan pihaknya juga tengah menggenjot kunjungan wisata dengan menerapkan test COVID-19 acak di lokasi wisata dan penerapan aplikasi PeduliLindungi. "Slogannya itu don't panic, do vaccine and go picnic," pungkas Dedi.

Sebelumnya, aksi getok tarif parkir yang dilakukan KA (29), MJ (23), dan YC (41) itu viral di media sosial. Dalam keterangannya, rombongan wisatawan asal Lamongan yang baru selesai berwisata diminta membayar parkir bus seharga Rp 150 ribu.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infobdgbaratcimahi memperlihatkan suasana jalan di kawasan Lembang. Selain itu terlihat juga oknum warga yang diduga melakukan getok tarif parkir kepada wisatawan.

Dalam unggahan tersebut terdengar suara seorang pria yang merekam video. Dia menjelaskan soal tarif parkir yang dibebankan.

"Ok guys izin melaporkan masih ada beberapa parkiran di kawasan Farmhouse Lembang dengan tarif Rp 150 ribu, nah yah. Nah ya yang mau daerah sini di bawah Farmhouse. Thank you," ucap pria tersebut.

(yum/mud)