Bupati Cianjur Larang Kantin Sekolah Buka Selama PTM

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 15:46 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman
Foto: Bupati Cianjur Herman Suherman (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Pemerintah Kabupaten Cianjur melarang sementara kantin sekolah untuk buka selama masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sebab dikhawatirkan terjadi penyebaran COVID-19.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan larangan tersebut dikeluarkan lantaran berkaca dari daerah lain yang ditemukan kasus penyebaran COVID-19 pasca digelarnya PTM.

"Jadi kita belajar dari daerah lain, dengan bukanya kantin malah menjadi pusat penyebaran COVID-19 untuk lingkungan sekolah," kata Herman, Rabu (6/10/2021).

Menurutnya kantin sekolah akan menimbulkan kerumunan dan para siswa yang jajan hingga abai penggunaan masker. Hal itu dikhawatirkan membuat virus COVID-19 menyebar.

"Kasus di daerah lain begitu, karena kantin kan jelas ada kerumunan. Dan siswa pasti buka masker saat makan. Makanya sementara waktu kantin diminta tutup saat PTM, hingga situasi kembali normal," tuturnya.

Herman mengaku akan menindak sekolah yang mengizinkan kantin untuk buka. "Kita akan tindak, kalau ada yang berani buka silakan laporkan. Ini bertujuan untuk menjaga anak-anak kita dari COVID-19," ucap dia.

Ia menambahkan saat ini masih belum ditemukan kasus penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah pasca digelarnya PTM. "Jangan sampai ada, makanya kita buat kebijakan larangan kantin buka untuk sementara waktu," tuturnya.

Terkait kasus COVID-19, Herman mengungkapkan saat ini sudah turun drastis. Berdasarkan situs covid19.Cianjurkab.go.id, tercatat dari 10.836 kasus positif, sebanyak 10.610 orang sembuh, 201 pasien positif meninggal dan yang masih proses isolasi hanya 25 orang.

"Kasus positif aktif sangat rendah, bahkan sekarang yang dirawat di isolasi rumah sakit hanya 4 orang," ujarnya.

(mso/mso)